BKSDA: serangan buaya di Sungai Batang Anggang Agam akibat warga mengusik habitatnya

id warga diserang buaya,agam,sumbar

Anggota BKSDA Resor Agam meninjau Sungai Batang Anggang tempat warga Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampeknagari diserang buaya pada Rabu (21/8). (Dok BKSDA Resor Agam)

Lubukbasung, (ANTARA) - Serangan buaya yang terjadi di Sungai Batang Anggangpada Selasa (20/8) terjadi akibatpengusikanhabitat satwa tersebut, kata pejabat

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam di Sumatera Barat.

"Berdasarkan pengamatan kami dan keterangan warga sekitar, lokasi warga diserang buaya itu memang habitatnya," kata Kepala BKSDA Resor Agam Syahrial Tanjung di Lubukbasung, Kamis.

"Diperkirakan buaya itu terusik akibat aktivitas warga mencari lokan dan pensi di sungai tersebut," kata dia.

Ia mengutip keterangan dari warga bahwabuaya dengan panjang tiga meter tersebut bertelur dan telurnya sudah menetas 15 hari lalu menjadi anak buaya berukuran panjang sekitar setengah meter.

Menurut dia, buaya itu kemungkinan menyerang warga hingga tangan, dada, dan punggungnya terluka karena merasa habitatnyaterusik.

Warga sekitar Sungai Batang Anggangmenyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir adaempat kejadian buaya menyerang warga. Namun BKSDAmenyatakan hanya menerima satu laporan kasus.

Syahrialmengimbauwarga berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar sungai. "Kami akan memasang papan imbauan dalam waktu dekat," katanya.

Seorang warga Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampeknagari, digigit buaya muara saat mencari lokan di Sungai Batang Anggang pada Selasa (20/8) siang.

Serangan buaya itu membuat korban mengalami luka di dada, punggung, dan tangan sehingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit daerah.

"Saat ini korban sudah di rumahnya dan kondisi sudah membaik," kata Syahrial. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar