Buaya di Pantai Carocok Painan sudah tidak terpantau pada Kamis pagi

id Buaya pantai carocok painan,Pesisir Selatan,sumbar,Pantai Carocok Painan,kemunculan buaya

Sejumlah warga mengamati perairan Pantai Carocok Painan memantau kemunculan buaya yang meresahkan pengunjung sejak beberapa hari terakhir. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Painan, (ANTARA) - Kemunculan buaya di perairan objek wisata Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, SumateraBarat yang meresahkan masyarakat sejak beberapa hari terakhir hingga pengunjung takut bermain wahana air sudah tidak terpantau pada Kamis pagi.

"Pagi ini sudah tidak terpantau, berkemungkinan reptil tersebut sudah melanjutkan migrasinya dengan memanfaatkan arus laut sesuai perkiraan kami sebelumnya," kata Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Kabupaten Pesisir Selatan, Bilmardi Painan, Kamis.

Ia menambahkan pemantauan dilakukan di sejumlah titik dengan melibatkan enam personel RKSDA.

Observasi intens dilakukan semenjak Selasa (20/8) atau sehari setelah informasi adanya seekor buaya yang berkeliaran di perairan Pantai Carocok Painan berkembang di masyarakat.

Baca juga: Buaya sepanjang lima meter muncul di pantai Carocok Painan, wisatawan tak berani bermain air

Kepada masyarakat dan wisatawan pihaknya mengimbau agar tidak mudah terpengaruh dengan cerita yang berkembang atau dikabarkan oleh orang-orang yang tidak berkompeten.

Selain tidak terpantau pihaknya juga meyakini akan kecil kemungkinan terjadinya konflik antara manusia dan buaya berdasarkan hasil pengamatan tingkah laku buaya yang dilakukan.

"Buaya ini selalu menghindar jika melihat ada beberapa orang yang menyaksikan aktivitasnya, makanya kami berkesimpulan kecil kemungkinan akan terjadi konflik," imbuhnya.

Baca juga: Buaya berkeliaran di Pantai Carocok Painan, wisatawan diminta jauhi pantai

Namun untuk meminimalkan risiko pada Rabu (21/8) pihaknya telah menggelar rapat dengan instansi terkait seperti Dinas Pariwisata, BPBD, Satpol PP dan lainnya.

Rapat dimaksud untuk secara bersama-sama memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat serta wisatawan dalam upaya meminimalkan konflik dengan retil tersebut.

Sebelumnya Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Yohendro Nasti menyebutkan keberadaan buaya di perairan objek wisata itu cukup meresahkan dan semenjak buaya tersebut pertama terlihat hanya beberapa wisatawan saja yang berani menikmati wahana air.

Baca juga: Buaya di Carocok Painan, RKSDA kerahkan enam petugas untuk observasi

Sesuai informasi yang ia didapatkan dari warga, buaya tersebut memiliki panjang lebih kurang lima meter serta kerap muncul ke permukaan.

Untuk meminimalkan dampak buruk pihaknya mengaku terus mewanti-wanti pengunjung dengan cara memberikan peringatan sedini mungkin kepada wisatawan dan masyarakat sekitar. (*)

Baca juga: Lagi buang hajat, tiba-tiba kaki Maswir digigit buaya

Baca juga: Warga Agam yang diserang buaya sempat memberikan perlawanan

Baca juga: Seorang warga Pasaman Barat terluka parah setelah digigit buaya
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar