Harga emas berjangka tak berubah di akhir perdagangan, tetapi turun dalam perdagangan elektronik

id harga emas,emas berjangka,safe haven

Petugas menunjukkan sampeli emas batangan di Butik Emas Logam Mulia Mall Ambasador, Jakarta, Senin (24/6/2019). Berdasarkan data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas batangan Antam yang ditransaksikan pada Senin (24/6) mengalami kenaikan Rp3.500 per gram menjadi Rp702.500 per gram. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

Chicago, (ANTARA) - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange tak berubah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tetapi bergerak lebih rendah dalam perdagangan elektronik berikutnya.

Penurunan itu karena meningkatnya indeks saham dan dolar yang lebih kuat membebani aset safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember ditutup tidak berubah pada 1.515,70 dolar AS per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 200 poin pada perdagangan Rabu (21/9/2019). Indeks S&P 500 dan indeks Komposit Nasdaq mengikuti kenaikan DowJones.

Ketika pasar ekuitas naik, para investor biasanya lebih tertarik terhadap aset-aset berisiko seperti saham daripada aset safe haven seperti emas.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun sedikit di pagi hari. Namun, indeks dolar AS naik setelah rilis risalah dari pertemuan Juli Federal Reserve AS, yang menunjukkan bahwa bank sentral AS menjauh dari menyarankan serangkaian penurunan suku bunga.

"Kenaikan indeks-indeks acuan saham dan dolar AS yang lebih kuat menyebabkan emas jatuh dalam perdagangan elektronik," kata analis pasar.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 0,3 sen AS atau 0,02 persen menjadi ditutup pada 17,151 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Oktober naik 5,3 dolar AS atau 0,62 persen, menjadi 858,10 dolar AS per ounce. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar