Sejak Mei blangko KTP-e kosong, Padang Pariaman telah terbitkan ribuan surat keterangan

id Blangko KTP-e kosong,surat keterangan pengganti KTP-e,Padang Pariaman

Sejak Mei blangko KTP-e kosong, Padang Pariaman telah terbitkan ribuan surat keterangan

Kepala Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman M. Fadhly. (Antara Sumbar/Aadiaat M. S.)

Parit Malintang (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, telah menerbitkan lebih dari 5.300 surat keterangan pengganti KTP elektronik (KTP-el) semenjak Mei 2019 karena terjadi kekosongan blangko untuk mencetak kartu pengenal itu.

"Hal ini juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia, sedangkan blangko tersebut didatangkan dari pemerintah pusat," kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman M. Fadhly di Parit Malintang, Rabu.

Ia mengatakan untuk mengatasi kekosongan blangko tersebut pihaknya mengeluarkan surat keterangan yang fungsinya sama dengan KTP-el sehingga berlaku di instansi manapun.

Meskipun surat keterangan KTP-el tersebut memiliki jangka waktu namun warga dapat mengurusnya kembali ke Disdukapil atau gerai organisasi perangkat daerah (OPD) itu.

"Terkait habisnya blangko ini telah kami sampaikan kepada setiap warga yang mengurus KTP-el" katanya.

Ia menyampaikan meskipun bebebapa waktu yang lalu pihaknya telah mendapatkan kiriman 700 blanko dari pemerintah pusat namun langsung habis karena jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan.

Hal tersebut karena pihaknya langsung memberitahukan kedatangan blangko tersebut kepada warga yang terlebih dahulu mendapatkan surat keterangan KTP-el terhitung semenjak Mei 2019.

"Kami kirim pesan kepada warga tersebut terkait ketersediaan blangko agar mereka mengurusnya," ujarnya.

Untuk keterbukaan informasi, lanjutnya warga di daerah itu dapat menggunakan aplikasi Dukcapilceria Mobile guna mengetahui ketersediaan blangko di Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, salah seorang warga 2x11 Enam Lingkung Andri (31) mengatakan ia sudah mengurus KTP-el untuk pengantian data semenjak beberapa bulan lalu namun hingga sekarang hanya mendapatkan surat keterangan.

"Ketika saya cari informasi ternyata blangkonya belum juga tersedia," kata dia.

Ia berharap pemerintah pusat segera memenuhi kebutuhan daerah terhadap blangko tersebut karena surat keterangan KTP-el yang diberikan rentan rusak sebab terbuat dari kertas biasa.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar