Gara-gara asap, gubernur Riau protes gubernur Jambi dan Sumsel terkait asap

id Kabut asap,Gubernur Riau,Gubernur Jambi

Jikalahari Sebut 15.000 Lahan Warga Riau Terancam Pidana UU Kehutanan (frislidia2)

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Jikalahari Riau meminta Gubernur Riau Syamsuar agar segera mengajukan protes kepada Gubernur Jambi dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) untuk segera menghentikan "mengirim" polusi asap ke daerah ini.

"Permintaan menghentikan mengirim asap tersebut dibutuhkan terkait sudah banyak warga Riau yang terkena ISPA, iritasi mata, penyakit kulit, asma dan pemicu penyakit jantung," kata Made Ali, Koordinator Jikalahari di Pekanbaru, Senin.

Menurut I Made, kiriman asap dari Jambi dan Sumsel tersebut sudah memperburuk Riau yang dikenal dengan slogan Riau Hijau, Riau Bermartabat itu.

Ia mengatakan, Gubernur Riau harus segera memprotes Jambi dan Sumsel dan ini sekaligus bagian dari kebijakan Riau yang telah berusaha keras menghentikan Karhutla.

"Dua hari ini, asap kembali mengepung Riau setelah mereda saat hujan melanda Riau, diakui bahwa minimnya jumlah titik panas beberapa hari terakhir, lebih karena hujan di beberapa daerah yang terjadi Karhutla, juga karena Tim Satgas darat dan Udara terus melakukan pemadaman di lokasi," katanya.

Jadi kalau ada asap di Riau, kata I Made mengutip Edwar Sanger, Kepala BPBD Riau, bahwa itu kemungkinan asap kiriman dari Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, sebab di dua provinsi itu terjadi Karhutla yang cukup besar seperti pada 2015.

Selain itu, kabut asap dampak Karhutla kembali terlihat di Kota Pekanbaru, menurut Marzuki Kasi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, titik panas dengan level confidance di atas 70 persen ada satu titik di Rokan Hilir.

Jumlah titik panas berkurang jika dibandingkan pagi hari sebanyak tujuh titik. Di Riau, luas kebakaran hutan dan lahan sejak 1 Januari - Agustus 2019 mencapai 5.306 hektare. Terluas di Kabupaten Bengkalis mencapai 1.575 hektare, disusul Rohil 1.094 hektare, Inhil 716, Siak 681 hektare, Dumai 315 hektare, Meranti 267 hektar, Pelalawan 240 hektare, Kampar 144 hektare, Rohul 8 hektare dan terakhir Kuansing 5 hektare.

Kebakaran ini mengakibatkan 9.630 warga Riau mengeluh mengalami ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) yang berasal dari 12 kabupaten dan kota, yakni Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Kampar, Dumai, Kuansing, Rohil, Rohul, Inhu, Inhil, Meranti, dan Bengkalis.

Selain Gubernur Riau, Jikalahari juga berharap Menteri Dalam Negeri, Menteri LHK, Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB mendesak Gubernur Jambi dan Sumsel untuk segera menghentikan kiriman polusi asap ke Provinsi Riau karena tidak mematuhi instruksi presiden yaitu, pertama, melakukan peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Republik Indonesia, melalui kegiatan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan, penanganan pasca kebakaran dan pemulihan hutan dan lahan. Kedua, melakukan kerja sama dan saling berkoordinasi untuk melaksanakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Ketiga meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Keempat, meningkatkan penegakan hukum dan memberikan sanksi yang tegas terhadap perorangan atau badan hukum yang terlibat dengan kegiatan pembakaran hutan dan lahan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar