Bawaslu Agam usulkan dana pengawasan Pilkada 2020 Rp15,25 miliar

id bawaslu agam, dana pengawasan pilkada

Ketua Bawaslu Kabupaten Agam, Elvys. (Antara Sumbar/Yusrizal)

Lubukbasung, (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan dana untuk pengawasan pemilihan kepala daerah (Pilkada) setempat pada 2020 sebesar Rp15,25 miliar.

Ketua Bawaslu Agam, Elvys di Lubukbasung, Minggu, mengatakan dana ini digunakan untuk honor petugas pengawas, bimbingan teknis pengawas, sewa kantor, penanganan kasus, penyelesaian sengketa dan lainnya.

"Dana paling besar pada honor pengawas kecamatan, nagari atau desa adat dan pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebesar Rp5 miliar" katanya.

Ia mengatakan dana tersebut telah diusulkan ke Pemkab Agam beberapa bulan yang lalu.

Pihaknya telah di undang oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk pembahasan dana tersebut.

"Mudah-mudahan dana yang diusulkan itu dikabulkan oleh TAPD dan tim anggaran DPRD Agam, karena dana yang diusulkan itu sudah dana minimal," tambahnya.

Ia mengakui dana yang diusulkan itu lebih banyak dibandingkan Pilkada 2015 sebesar Rp5 miliar.

Meningkatnya dana pengawasan itu akibat jumlah pengawas lebih banyak dibandingkan Pilkada sebelumnya.

Selain itu honor pengawas kecamatan, nagari dan TPS juga meningkat dari Pilkada sebelumnya dan lainnya.

"Jumlah pengawas pada Pilkada 2020 akan lebih banyak dibandingkan Pilkada sebelumnya," katanya.

Terkait tahapan Pilkada, tambahnya, akan dimulai pada November 2019 dan ini berdasarkan draf PKPU terkait tahapan Pilkada serentak.

Namum tahapan Pilkada itu paling banyak pada Maret 2020.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar