PDAM Padang targetkan 6.000 Masyarakat Berpenghasilan Rendah peroleh air bersih

id PDAM Padang,akses air bersih, Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Asisten Manajer Bagian Humas PDAM Padang Rici Gautama. (ANTARA SUMBAR/Laila Syafarud)

Padang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, Sumatera Barat menargetkan 6.000 rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memperoleh air bersih.

Asisten Manajer Bagian Humas PDAM Padang, Rici Gautama di Padang Rabu mengatakan program tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berupaya untuk meningkatkan akses air minum bagi MBR melalui Program Hibah Air Minum.

Tujuannya yakni untuk membantu memudahkan MBR yang membutuhkan air bersih untuk akses sebagai pelanggan PDAM dengan kategori yang sudah ditentukan oleh Pemerintahan pusat yakni memiliki daya listrik maksimal 1.300 KW.

"Dana yang kami terima dari pusat sekitar Rp18 miliar, untuk pemasangan Sambungan Rumah tangga (SR), selain itu pemasangan SR bagi MBR juga digratiskan," ujar dia.

Ia juga mengatakan pemasangan SR tersebut sampai sekarang sudah hampir selesai dan di akhir Agustus sudah terpasang semua.

"Untuk pemasangan SR biasanya Rp1.500.000, namun untuk rumah MBR kita gratiskan," sambung dia.

Persyaratan bagi penerima hibah air minum tersebut harus mempunyai daya listrik maksimal 1.300 KW dan termasuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah.

Program hibah air minum untuk MBR saat ini sudah termasuk gelombang ke enam dan program selanjutnya tergantung bantuan dari pemerintah pusat yang akan nengelokasikan kegiatan ini.

Ia juga mengatakan PDAM Padang belum mampu mengayomi semua MBR di Padang karena keterbatasan dana untuk pemasangan jaringan cukup besar dan tidak sedikit.

"Kami hanya bisa menjangkau jaringan yang sudah ada," katanya.

Selain itu juga dibutuhkan sumber air baku, karena keterbatasan persediaan air baku tidak mencukupi untuk dapat melayani masyarakat.

Menurutnya di Padang masih ada beberapa masyarakat yang belum memperoleh air bersih seperti di Kuranji dan kota Padang bagian timur.

Selain itu biaya pemakaian air bersih untuk MBR sesuai jumlah pemakaian mereka dengan sistem pembayaran yakni harus membayar sebelum tanggal 20.

Ia juga menyarankan sebaiknya pelanggan PDAM selalu menyediakan air bersih untuk mengantisipasi gangguan distribusi air.

"Karena kita tidak bisa memastikan kerusakan tersebut bisa saja terjadi dan tentunya membutuhkan waktu lama untuk perbaikan," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar