Sekitar 50 hektare hutan produksi di Pesisir Selatan terbakar

id kebakaran hutan,pesisir selatan

Penanganan kebakaran lahan yang berstatus hutan produksi konversi di perbatasan Kecamatan Basa IV Balai Tapan dan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Painan  (ANTARA) - Tim gabungan yang terdiri dari personel Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Wilayah Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Pesisir Selatan, TNI dan Polri terus memantau kebakaran di lahan yang berstatus hutan produksi konversi di perbatasan Kecamatan Basa IV Balai Tapan dan Lunang, Pesisir Selatan.

"Hingga saat ini tim masih di lokasi, siang ini kebakaran lahan sudah tidak lagi terpantau di satelit," kata Kepala Wilayah KPHP Pesisir Selatan, Madrianto di Painan, Selasa.

Ia menambahkan luas areal yang terbakar mencapai lebih kurang 50 hektare, kondisi terparah terjadi pada minggu lalu dan tim lintas instansi juga sudah berapa kali turun ke lokasi.

"Kami bersyukur kondisi sudah mulai membaik, kendati demikian karena yang terbakar adalah lahan gambut api sulit dipadamkan," katanya lagi.

Kadang-kadang sambungnya jika angin bertiup dengan kencang maka asap kembali membumbung di lokasi, begitu juga sebaliknya.

"Untuk itu hari ini tim berupaya mengalirkan air ke lokasi, mudah-mudahan api bisa secepatnya dipadamkan," katanya lagi.

Sementara itu, Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan, Letkol. Kav. Edwin Dwiguspana menyebutkan hingga saat ini anggotanya masih siaga di lokasi dan dirinya siap menerjunkan anggota lebih banyak jika kebakaran semakin parah.

"Saat ini yang bersiaga ialah anggota dari Koramil 01/Pancung Soal, kendati demikian jika kondisi semakin parah kami siap menerjunkan anggota dari Kodim 0311/Pesisir Selatan," katanya lagi.

Menyikapi situasi itu dirinya berharap agar masyarakat berhati-hati terutama menyangkut kegiatan yang berdampak terhadap kebakaran lahan terutama saat masuknya masim kemarau seperti saat ini.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar