188 ribu ekor bibit ikan Nilem dilepas ke Danau Maninjau, ini tujuannya

id Pelepaskan ikan jenis Nilem

Warga Tanjungraya dan pegawai DPKP Kabupaten Agam sedang melepaskan ikan jenis Nilem ke Danau Maninjau, Selasa (13/8). (Ist)

Lubukbasung, (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menebar 188 ribu ekor ikan nilem ke Danau Maninjau guna melestarikan ikan asli danau vulkanik itu.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Selasa, mengatakan 188 ribu bibit ikan nilem itu dilepas di Objek Wisata Muko-muko 60 ribu ekor, Koto Malintang 60 ribu ekor, dan Objek Wisata Linggai 68 ribu ekor.

"Bibit ikan ini dilepas oleh pegawai DPKP setempat dan masyarakat pada Selasa (6/8)," katanya.

Ia mengatakan bibit ikan itu berasal dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Jambi, setelah DPKP setempat mengajuka proposal ke BBAT itu.

Bantuan itu merupakan yang ke empat kalinya diberikan BBAT Sungai Glang, Jambi.

Penebaran bibit ikan itu bertujuan melestarikan ikan asli danau tersebut, karena saat ini sudah mulai punah.

Dari 46 spesies ikan asli Danau Maninjautambahnya, 20 spesies tidak ditemukan lagi di perairan danau dengan luas sekitar 9.737,5 hektare.

Ke-20 spesies ikan itu seperti jenis betok, sidat, cide-cide dan lainnya sudah punah atau tidak ditemukan lagi di perairan Danau Maninjau.

Punahnya ikan asli danau itu akibat penangkapan ikan secara berlebihan yang dilakukan nelayan, dan juga pencemaran serta dimangsa ikan lain.

“Ikan nila, patin dan dan gabus merupakan predator ikan dengan ukuran kecil,” katanya.

Agar ke 26 spesies ikan ini tidak benar-benar punah, DPKP Agam membuat lokasi pemijahan, melarang menangkap ikan di lokasi pemijahan dan lainnya.

Selain itu LIPI juga membudidayakan jenis ikan asang, bada, rinuak dan gupareh. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar