Dua sapi kurban di Agam mengidap cacing hati, dibuang karena berbahaya bagi kesehatan

id hewan kurban,cacing hati,agam,sumbar

Tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian Agam, sedang memeriksa hati sapi di lokasi penyembelihan, Minggu (11/8). (Ist)

Lubukbasung, (ANTARA) - Petugas pemeriksaan kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Sumatera Barat menemukan dua ekor sapi kurban mengidap cacing hati sehingga harus dibuang karena berisiko terhadap kesehatan.

Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Zulfren didampingi Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Vetetiner, Iswan Hendri di Lubukbasung, Senin, mengatakan dua sapi kurban yang mengidap cacing hati itu ditemukan di Matua Hilia, Kecamatan Matur satu ekor, dan Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan satu ekor.

"Ini temuan dari tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dibentuk saat Idul Adha, dan hati tersebut dibuang karena berisiko bagi kesehatan orang yang memakannya," katanya.

Namun tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban tidak menemukan penyakit menular sepertijemberana, antraks dan lainnya.

Pada Idul Adha, tambahnya, Pemkab Agam membentuk tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban dengan jumlah 37 orang.

Tim melakukan pemeriksaan 5.577 ekor hewan kurban di pasar ternak, pedagang pengumpul, masjid dan mushala.

"Ke 5.577 ekor hewan kurban itu telah diterbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," katanya.

Ia menambahkan, tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu juga memeriksa hewan kurban pada bagian luar menjelang penyembelihan.

Saat pemeriksaan tim menemukan hewan kurban yang belum mencukupi usia, masih ada sapi betina produkrif dan sapi betina yang akan disembelih dalam keadaan bunting.

Namun petugas meminta penitia kurban untuk mengganti dengan sapi lain. Ini dalam rangka pengendalian penyembelihan hewan ternak produktif.

Penyembelihan ternak produktif melanggar Undang-undang No 41 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 18 Tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan dengan ancaman hukuman satu sampai tiga tahun penjara.

"Ini untuk melindungi agar sapi dan kerbau produktif tidak disembelih," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar