Ini tiga hal yang bisa dipetik dari laga perdana Liga Premier

id Liverpool,Manchester City,Manchester United

Pemain baru Manchester United Daniel James menciptakan gol perdana untuk Setan Merah setelah timnya menang 4-0 melawan Chelsea. (Action Images via Reuters/JASON CAIRNDUFF)

London, Inggris (ANTARA) - Liga Premier kembali ditabuh dengan ledakan setelah dua tim bersaing, Manchester City dan Liverpool, menang telak pada pertandingan perdana mereka, sedangkan kontroversi VAR menjadi berita utama awal musim ini.

Berikut catatan AFP Sport mengenai tiga hal yang bisa dipetik dari pekan pertama Liga Utama Inggris musim ini:

Man City, Liverpool lanjutkan determinasi

Liverpool menjadi yang pertama menggebrak pacuan menuju juara musim ini setelah menelan 4-1 Norwich pada pertandingan pertama musim ini. Tim asuhan Jurgen Klopp ini mencetak gol empat kali pada babak pertama untuk menunjukkan determinasi mereka guna mengakhiri tahta kekuasaan City di liga.

Tetapi City membalas dengan catatan gol lebih mengesankan setelah menghancurkan West Ham 5-0 di London Stadium. Tiga gol dari Raheem Sterling, satu dari Gabriel Jesus, dan satu Sergio Aguero membuktikan kayanya opsi pemain berkualitas pada skuat racikan Pep Guardiola.

Determinasi kedua tim bahkan membuat striker Tottenham Harry Kane yang memasukkan dua gol ke gawang Aston Villa pada pertandingan liga perdana Spurs menyatakan bahwa klubnya perlu lebih berbuat lebih banyak lagi agar bisa mengejar City dan Liverpool.

VAR tetap kontroversial

Setelah menebar kontroversi dalam Liga Champions dan turnamen-turnamen besar lainnya, VAR dikenalkan di Liga Premier musim ini dan ternyata tidak bisa memuaskan semua pihak.

Sistem Video Pembantu Wasit atau VAR yang sudah digunakan di Inggris pada Piala FA dan Piala Liga itu awalnya dipakai untuk menghilangkan kerahuan atas keputusan wasit menyangkut gol, tendangan penalti dan momen-momen penting lainnya.

Ketika City menang 5-0 atas West Ham dan Wolves menahan seri 0-0 Leicester, para manajer dan pemain meragukan kemampuan VAR dalam menciptakan keputusan yang benar.

Kapten Wolves Conor Coady mengkritik keras VAR setelah gol Leander Dendoncker dianulir karena sundulannya dinilai VAR telah menyentuh lebih dulu tangan rekan satu timnya Willy Boly sebelum menjadi gol.

"Kita harus siap bermain dengan kedua tangan kita dipotong," kata Coady.

Musim baru, MU baru

Pesimisme terhadap Manchester United memudar setelah tiga pemain baru --Harry Maguire, Aaron Wan-Bissaka dan Daniel James-- menciptakan dampak positif yang hebat kepada tim saat menggasak Chelsea 4-0 pada pertandingan liga pertama musim ini Senin dini hari ini.

Maguire yang bayarannya sebesar 80 juta saat didatangkan dari Leicester sehingga menjadi bek paling mahal di dunia, berhasul memasukkan aspek kepemimpinan yang kuat dan sekaligus fisik yang tanggguh dalam barisan pertahanan MU bersama Wan-Bissaka yang energik, yang musim lalu kemasukkan 54 gol di liga.

James juga sukses melalui debutnya bersama MU dengan memasukkan satu gol untuk melengkapi dua gol Marcus Rashford dan satu gol Anthony Martial.

Dua gol terakhir United dengan manis diaransemen Paul Pogba yang nyaris pindah ke Real Madrid. Walaupun Chelsea tampil lebih dominan baik dalam penguasaan bola maupun dalam menciptakan peluang, kini ada alasan untuk lebih optimistis di Old Trafford. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar