Kemunculan beruang madu ganggu aktivitas warga Tanjung Emas

id Batusangkar

Beruang madu (Helarctos malayanus) terkena jerat babi di perkebunan sawit Desa Lubuk, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya, Aceh, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO / Khalis Abdya/Irp. (ANTARA FOTO/KHALIS ABDYA)

Batusangkar (ANTARA) - Kemunculan beruang madu di Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat membuat aktivitas warga setempat terganggu.

"Akibat kemunculan beruang madu tersebut membuat masyarakat takut jika bepergian ke ladang mereka mengambil getah," kata Camat Tanjung Emas Abramis Yuzi, di Batusangkar Minggu.

Ia mengatakan berdasarkan laporan dari masyarakat, beruang madu didaerah itu berjumlah dua ekor dan sudah masuk ke pemukiman penduduk. Akibatnya beberapa ternak warga mati dan membuat warga rugi secara materil.

Ia mengaku ada seorang warganya bernama Jajat, dari Jorong Sungai Salak pernah dikejar oleh binatang buas tersebut saat tengah memotong getah. Disana ia melihat dikejar dua ekor beruang.

"Selain itu ada juga warga yang menemukan sarang diduga punya beruang tersebut sehingga membuat warga takut," katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat yang memiliki ternak agar menutup kandang ternaknya dengan rapat agar tidak memancing beruang itu ke pemukiman.

Ia juga menyarankan jika hendak ke ladang atau kebun untuk memotong getah agar tidak pergi sendirian. Selain itu kepada warga juga diharuskan membawa benda yang menghasilkan suara berisik yang bisa mengganggu dan mengusir keberadaannya.

Menurutnya keberadaan beruang tersebut diperkirakan akibat rusaknya habitat asli mereka di dalam hutan, yang disebabkan oleh kegiatan masyarakat. Sehingga beruang itu terus berjalan mencari tempat baru dan sampai di daerah itu.

Agar tidak terjadi korban jiwa pihaknya bersama warga, Polisi Kehutanan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, resor Tanah Datar telah melakukan pemasangan perangkap dengan menyusuri jejak beruang tersebut.

Dilokasi itu juga stanby dua orang personil dari polisi kehutan bersenjata lengkap untuk pengaman jika terjadi hal yang mengancam aktifitas masyarakat.
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar