Apes. Belum sempat dikurbankan, dua kambing Rosmidar digasak beruang madu

id Batusangkar

Apes. Belum sempat dikurbankan, dua kambing Rosmidar digasak beruang madu

Beruang madu (Helarctos malayanus) terkena jerat babi di perkebunan sawit Desa Lubuk, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya, Aceh, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO / Khalis Abdya/Irp. (ANTARA FOTO/KHALIS ABDYA)

Batusangkar (ANTARA) - Dua ekor kambing warga di Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mati dengan bekas gigitan di leher dan isi perut keluar yang diduga dimangsa beruang madu.

"Kejadian itu diketahui pada Sabtu pagi oleh pemilik kambing Rosmidar, yang renananya akan dikurbankan pada hari ini Minggu (11/8)," kata Camat Tanjung Emas Abramis Yuzi, di Batusangkar Minggu.

Menurutnya kejadian tersebut sudah terjadi sejak satu minggu terakhir, bahkan sebelumnya juga pernah dilaporkan ada itik warga mati dengan bekas gigitan yang diduga oleh beruang madu.

Kejadian itu terjadi di daerah Ronge, Nagari Saruaso di daerah setempat. Kabarnya sampai lima hingga delapan ekor itik warga yang mati akibat binatang buas tersebut.

Untuk antisiapsi pihaknya bersama warga, Polisi Kehutanan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, resor Tanah Datar telah melakukan pemasangan perangkap dengan menyusuri jejak beruang tersebut

Yakni dengan cara meletakkan makanan berupa buah di perangkap itu dan membunyikan suara-suara yang berisik yang bisa mengganggu keberadaanya, bahkan petugas juga menyiapkan tembak bius untuk melumpuhkan nya.

"Uniknya makanan yang diletakkan diatas perangkap itu habis. Tapi beruang itu belum juga menampakkan diri," ujarnya.

Ia mengaku, dilokasi tersebut juga siap sedia dua orang petugas dari Polisi Kehutanan bersenjata lengkap untuk mengamankan jika kejadian serupa kembali terjadi.

Kemunculan beruang madu di Jorong Sungai Salak juga berdampak kepada aktifitas warga setempat yang berprofesi sebagai petani getah.

" Saat ini banyak petani tidak pergi ke hutan karena takut," kata dia.
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar