Pelaksanaan Idul Adha di Pasaman Barat masih dalam suasana duka

id Idul adha

Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto saaat menyampaikan sambutan mengenang almarhum Bupati Pasaman Barat, Syahiran yang tutup usia pada Sabtu (3/8) lalu.

Simpang Empat,- (ANTARA) - Perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 hijriah tahun 2019 di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) masih dalam suasana berduka pascameninggalnya Bupati, Syahiran pada Sabtu (3/8) lalu.

Suasana berduka itu terlihat sejak pelaksanaan takbir kelilijg di Simpang Empat pada Sabtu (10/8) malam sampai saat pelaksanaan sholat Idul Adha di lapangan kantor bupati, Minggu pagi.

Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto mengatakan hari Raya Idul Adha di Pasaman Barat kali ini diselimuti suasana duka dengan wafatnya Bupati Pasaman Barat menghadap sang pencipta seminggu yang lalu.

"Hari raya Idul Adha kali ini kita dalam keadaan berduka. Bapak kita, orang tua kita, pimpinan kita, bupati kita telah berpulang dipanggil Yang Maha Kuasa. Kita masih ingat lebaran Idul Fitri kemaren Bupati masih bersama-sama kita dalam kegiatan takbiran keliling, sholat bersama," jelasnya.

Menurutnya hal itu adalah rahasia tuhan yang bagaimanapun tidak seorangpun akan pernah bisa menebaknya serta hanya bisa menjalaninya.

"Almarhum adalah pimpinan yang bijak, pimpinan yang peduli dengan masyarakatnya, sekaligus guru bagi kami dalam bersama-sama memimpin Pasaman Barat tercinta. Semoga keluarga tabah dan sabar melewati ujian ini," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat Pasaman Batat mendoakan almarhum, Syahiran agar diberikan kelapangan serta diberikan sebaik-baik tempat disisi Allah SWT.

Ia menambahkan atas nama pribadi, keluarga dan Pemkab Pasaman Barat mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H.

"Maaf lahir dan bathin. Semoga kita semua menjadi pribadi yang bersih dan semakin dekat dengan Allah. SWT," sebutnya.

Pelaksanaan shalat Idul Adha 1440 H dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Pasbar dengan penceramah Ustadz Zul Asfi Lubis. M. Ag dari Kota Padang dan imam oleh Ustadz H. Bulkhaini. LC.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar