Jamaah Keluhkan Sholat Idul Adha Kantor Gubernur Sumbar "Tak Ramah"

id Idul adha

Pelaksanaan Sholat Idul Adha di halaman kantor gubernur Sumbar. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Sejumlah jamaah yang melaksanakan ibadah sholat Idul Adha di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat mengeluhkan pelayanan yang tidak sebaik Idul Fitri terutama untuk parkir.

"Biasanya halaman gedung pemerintahan terbuka untuk parkir. Sekarang semua pagar tertutup. Jamaah diarahkan ke parkir liar," kata M.Nuh (56) warga Jati di Kantor Gubernur Sumbar, Minggu.

Semua akses jalan menuju kantor gubernur ditutup resmi oleh Dinas Perhubungan sehingga jamaah terpaksa meninggalkan kendaraan di parkir liar yang berada di sekitar petugas.

Akses jalan belakang kantor gubernur juga "diblokir" petugas parkir liar. Mereka mengarahkan kendaraan untuk parkir di lokasi yang mereka persiapkan.

Padahal gerbang belakang kantor gubernur masih dibuka dan parkiran di dalam komplek kantor masih kosong.

Akses untuk berwudu juga terbatas, hanya ada di masjid belakang kantor gubernur. Beberapa toilet sebenarnya juga buka, tapi kondisinya jorok, sangat tidak layak untuk berwudu.

"Biasanya pelaksanaan sholat di kantor gubernur ini sangat nyaman. Tapi kali ini memang agak lain dari biasa," kata Akbar, salah seorang jamaah.

Ia berharap hal itu bisa jadi evaluasi bagi panitia selanjutnya agar jamaah tidak kecewa saat melaksanakan ibadah di kantor itu.

Meski memiliki kekurangan, namun kendala pengeras suara yang sebelumnya menjadi kendala sudah bisa diatasi. Suara khatib terdengar jelas hingga kebelakang.

Panitia belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu.

Sholat Idul Adha 1440 Hijriah di halaman kantor gubernur akan bertindak sebagai imam Bakri, SIQ, S.Ag, M.Pd.I dan khatib akan disampaikan oleh Bapak DR.H. Syukri Iska, M.Ag.

Usai pelaksanaan shalat, juga akan dilaksanakan pemotongan hewan kurban dari Gubernur, Wagub, Sekda serta seluruh kepala SKPD Prov Sumbar sebanyak tujuh ekor sapi di komplek kantor gubernuran.*
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar