3.928 hewan kurban di Agam laik disembelih, dua ekor bunting

id hewan kurban,kesehatan hewan kurban,idul adha

Petugas kesehatan hewan di Kabupaten Kulon Progo, DIY, memeriksa kesehatan hewan kurban di lokasi penampungan. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Lubukbasung,  (ANTARA) - Tim kesehatan hewan dari Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat telah memeriksa kesehatan 3.928 ekor hewan kurban yang akan disembelih saat Idul Adha 1440 Hijriyah dan telah diterbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Ke 3.928 ekor hewan kurban itu telah kami periksa menjelang hari penyembelihan pada Minggu (11/8). Ini masih data sementara karena tim masih melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Agam, Farid Muslim di Lubukbasung, Sabtu.

Ia mengatakan 3.928 ekor hewan kurban itu meliputi sapi 3.868 ekor dan kambing 60 ekor.

Hewan kurban itu diperiksa oleh tim kesehatan hewan di pasar ternak, pedagang pengumpul, masjid dan mushala.

Dari hasil pemeriksaan, tambahnya, tidak ada hewan kurban yang sakit, cacat, kurang usia, sehingga tim menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Ke 3.928 ekor hewan kurban telah memiliki SKKH dan siap untuk disembelih pada Idul Adha," katanya.

Ia menambahkan, saat pemeriksaan itu tim menemukan dua ekor sapi betina untuk dikurbankan dalam kondisi bunting di Kecamatan Ampekangkek.

Namun petugas meminta panitia kurban untuk mengganti dengan sapi lain.

"Ini dalam rangka pengendalian penyembelihan ternak produktif," katanya.

Penyembelihan sapi dan kerbau produktif itu melanggar Undang-undang No 41 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 18 Tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan dengan ancaman hukuman satu sampai tiga tahun penjara.

"Ini untuk melindungi agar sapi dan kerbau produktif tidak disembelih," katanya.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini berlangsung sampai hari penyembelihan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan organ dalam tubuh hewan kurban seperti, hati, paru dan lainnya.

"Apabila kita menemukan rusak atau bercacing, maka panitia diminta untuk membuangnya karena beresiko untuk kesehatan masyarakat yang memakannya," katanya.

Ia memprediksi penyembelihan hewan kurban tahun ini sebanyak 5.828 ekor dan lebih banyak tahun lalu hanya 5.415 ekor. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar