Di Solok Selatan, perpustakaan berbasis inklusi sosial diperluas ke nagari, ini lima nagari percontohan

id Yulian Efi,perpustakaan berbasis inklusi sosial,solok selatan,sumbar

Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi membuka secara resmi stakeholder meeting dalam penerapan perpustakaan berbasis inklusi sosial, di Padang Aro, Jumat. (Antara Sumbar/Erik IA)

Padang Aro, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial hingga ke tingkat Nagari (desa adat) untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

"Tahun ini penerapan program perpustakaan berbasis inklusi sosial diperluas ke lima perpustakaan nagari yang juga akan dijadikan percontohan di kabupaten itu," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Solok Selatan Yalasri di Padang Aro, Jumat.

Lima nagari yang diterapkan perpustakaan berbasis inklusi sosial di Solok Selatan yaitu Alam Pauh Duo, Bidar Alam, Sungai Kunyit Barat, Lubuk Malako dan Pakan Raba'a.

Dia menyebutkan perpustakaan yang diterapkan program ini memperoleh bantuan buku, perangkat komputer, dan peningkatan kapasitas SDM melalui bimbingan teknis dan pendampingan secara intensif.

Program ini bertujuan untuk mendorong perpustakaan meningkatkan layanan komputer dan internet, menyelenggarakan aneka kegiatan untuk menarik minat sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat, serta melakukan advokasi dengan pihak lain untuk mendapatkan dukungan.

Inklusi sosial adalah pendekatan berbasis "system social approach" atau pendekatan kemanusiaan (humanistic approach).

Pendekatan inklusif memandang perpustakaan merupakan sub sistem sosial dalam sistem kemasyarakatan untuk itu, perpustakaan harus dirancang agar memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi di masyarakat.

"Melalui pendekatan inklusif perpustakaan umum mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh solusi, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan," ujarnya.

Dinas Perpustakaan Kabupaten Solok Selatan katanya, salah satu dari 60 Kabupaten di 21 provinsi yang memperoleh Program Transformasi Perpustakaan Umum Berbasis Inklusi Sosial di tahun 2018 dari Perpustakaan Nasional RI.

Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi mengatakan, pelayanan dasar ini sangat penting pada suatu daerah, karena kesejahteraan masyarakat hanya akan terwujud apabila masyarakat hidup cerdas, dan untuk menjadi cerdas masyarakat kita harus belajar.

"Namun mengajak masyarakat untuk belajar tidaklah mudah pada era sekarang ini, karena membaca belum dirasakan sebagai kebutuhan dan menjadi budaya bagi sebagian besar masyarakat kita," katanya.

Di sisi lain katanya, masyarakat dihadapkan pada pekembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat seperti media televisi dengan gencar menyuguhkan berbagai infotainment dengan kemasan yang beragam, di samping akses internet yang terus berkembang pesat.

Oleh karena itu katanya, diperlukan strategi jitu agar masyarakat mau memanfaatkan perpustakaan untuk mewujudkan perpustakaan yang profesional.

"Pemerintah daerah tentu saja membutuhkan dukungan dari Pemerintah pusat seperti kegiatan stransformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini agar sinergitas antar stakeholder dapat berjalan dengan baik," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar