Hambat program Kota Tepi Air, Pemkot pindahkan rumah potong hewan Batang Piaman

id Genius Umar

Wali Kota Pariaman Genius Umar. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)

Pariaman, (ANTARA) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat akan memindahkan rumah potong hewan yang ada di kawasan Batang Piaman,karena menghambat program Kota Tepi Air atau "WaterfrontCity".

"Rumah potong hewan itu sekarang berada di tepi air yang mana sungai itu akan dijadikan sebagai kawasan kota tepi air," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Jumat.

Menurutnya pemindahan tersebut karena limbah yang dihasilkan rumah potong hewan dapat memperburuk kualitas air di kawasan itu, sehingga apabila dibiarkan dapat menggagalkan program kota tepi air.

Ia menjelaskan dibangunnyakota tepi air di daerah itu untuk menata kota menjadi lebih baik, sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu.

Sedangkan gedung rumah potong hewan sekarang, lanjutnya akan ditinjau ulang agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya.

"Jadi gedung itu akan dikaji agar dapat dimanfaatkan sehingga tidak terbuang percuma," katanya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Dasril mengatakan pihaknya akan berupaya tahun depan memindahkan rumah potong hewan tersebut.

"Kami sedang mencarikan lahannya sedangkan dananya kami minta ke pemerintah pusat," ujarnya.

Ia menyebutkan setiap harinya di rumah potong hewan itu disembelih dua sapi yanglimbahnya dibuang ke sungai Batang Piaman yang bermuara kePariaman.

Sebelumnya pemerintah pusat membantu Kota Pariaman untuk melanjutkan pembangunan penataan sungai guna dijadikan kota tepi air dengan nilai kontrak pengerjaan mencapai Rp440 juta.

"Sekarang masih dalam tahap tender di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," kata Wali kota Pariaman Genius Umar.

Ia mengatakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk penataan "WaterfrantCity" tersebut yaitu di sungai Batang Piaman yang mana sebelumnya pengerjaannya telah dimulai pihaknya melalui APBD sehingga mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar