Pengusaha ini raih omzet belasan juta per bulan, ini jurusnya

id pengusaha kaos,Piaman Wayoik

Konsumen baju kaus dialek Piaman "Wayoik" menunjukkan baju pesanannya tiba, di Batang Anai, Padang Pariaman, Sumbar. (Antara Sumbar/istinewa)

Parit Malintang  (ANTARA) - Pengusaha baju kaos bersablon dialek Piaman atau Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, Sumatera Barat mempromosikan usahanya di media sosial hingga meraih omzet belasan juta rupiah per bulan.

"Usaha ini sempat terhenti semenjak kedai saya di Simpang Lintas Lubuk Alung terpaksa ditutup dua tahun lalu," kata pengusaha baju kaos dialek Piaman "Wayoik" Muhammad Fadhli di Lubuk Alung, Rabu.

Namun beberapa bulan lalu usaha tersebut kembali dijalankan dengan sistem promosi di media sosial Facebook dengan nama akun Ajo Wayoik serta membuat baju dengan jumlah terbatas.

"Saya desain sablon baju lebih menarik lagi dengan jumlahnya hanya enam unit," katanya.

Ia mengatakan sejak sistem tersebut diterapkan usahanya berkembang pesat bahkan baju yang dipromosikan di media sosial itu langsung habis dipesan oleh konsumen setelah beberapa saat desain sablonnya diunggah.

Selain itu, lanjutnya sebelum memulai kembali usahanya itu dirinya lebih mempersiapkan strategi mulai dari promosi, keuangan, hingga manajemen sumber daya manusia serta konsultasi kepada pihak yang faham dengan tren fesyen.

"Kali ini persiapan lebih matang dari pada awal dibukanya usaha kaos ini," ujarnya.

Ia mengatakan konsumen dari usahanya itu tidak saja dari pelanggan lama yang gemar mengoleksi baju hasil karyanya namun juga pelanggan baru.

Pelanggan tersebut didominasi oleh perantau asal Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang membuka usaha dan bekerja di sejumlah daerah di Indonesia.

Ia menyebutkan adapun kata atau kalimat yang disablonkan pada baju tersebut yaitu di antaranya Ughang Sunua Asli, Ughang Sungai Limau, Sutan, Bagindo Kito, Yo aghah Tu ne'e, Tukang Kamehan Pitih, dan Ajo Manih.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar