Serapan APBD bikin Gubernur Sumbar meradang

id Apbd sumbar,Serapan APBD,Irwan Prayitno

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memimpin rapat evaluasi pembangunan daerah semester I. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meradang karena serapan Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) provinsi itu hingga semester I, jauh di bawah target.

"Deviasinya terlalu jauh dari target realisasi fisik 70,73 persen hanya tercapai 46,11 persen. Realisasi keuangan target 66,92 persen hanya tercapai 40, 73 persen. Ini pasti ada yang salah," katanya di Padang, Rabu.

Ia mengatakan itu usai rapat evaluasi pembangunan semester I Sumbar tahun 2019.

Organisasi perangkat daerah (OPD) yang capaiannya masih jauh dari target diminta untuk segera menggenjot realisasi di instansinya agar target akhir tahun di atas 95 persen bisa tercapai.

"OPD yang rendah-rendah ini saya beri waktu hingga September. Jika realisasi masih tidak membaik, akan diberikan sanksi agar ini tidak jadi kebiasaan setiap tahun," katanya.

Irwan menyebut ia memahami banyak faktor yang bisa menyebabkan realisasi APBD itu tidak tercapai. Namun ia tidak akan menerima alasan apapun, karena kepala OPD memang ditugaskan untuk mengatasi hal itu.

Satu-satunya alasan yang diterima menurutnya adalah efisiensi anggaran. Jika terkait hal itu malah akan diberikan apresiasi.

"Maksimal deviasi pada September itu hanya 10 persen," katanya.

Data Pemprov Sumbar OPD yang memiliki serapan anggaran paling baik hingga semester I adalah Inspekstorat Daerah sementara yang terendah adalah Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.

Kepala Biro Rantau dan Pembangunan Sumbar Luhur Budianda menyebut total anggaran pembangunan provinsi itu pada 2019 mencapai Rp7,1 triliun masing-masing belanja tidak langsung Rp4,3 triliun dan belanja langsung Rp2,7 triliun.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar