PDAM Tirta Langkisau sediakan air bersih untuk kawasan wisata Mandeh

id Gusdan Yuwelmi

PDAM Tirta Langkisau sediakan air bersih untuk kawasan wisata Mandeh

Direktur PDAM Tirta Langkisau, Gusdan Yuwelmi. (ANTARA SUMBAR / Didi Someldi Putra)

Painan, (ANTARA) -
PDAM Tirta Langkisau, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendukung pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh melalui penyediaan air bersih dengan dioperasikannya instalasi pengolah air tahun ini.

"Instalasi pengolah air tersebut berkapasitas 20 liter per detik, lokasinya di Nagari Sungai Nyalo Mudiek Aia Mandeh," kata Direktur PDAM Tirta Langkisau, Gusdan Yuwelmi di Painan, Rabu.

Ia menambahkan instalasi pengolah air itu mampu menyambungkan air bersih ke 500 unit lebih rumah penduduk di daerah sekitar, dan beberapa hotel atau usaha sejenisnya.

"Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, sambungan ini juga memberikan kepastian baik kepada masyarakat maupun investor yang akan menjalankan berbagai usaha yang membutuhkan air bersih," sambungnya.

Selain itu sambungan air juga akan menjangkau beberapa tempat ibadah, toilet umum dan fasilitas lainnya dalam mendukung pengembangan kasawan Mandeh.

Pembangunan instalasi pengolah air tidak bisa lepaskan dari peran Balai Wilayah Sungai Sumatera V yang menggelontorkan anggaran Rp9,094 miliar pada 2017 untuk membangun pipa masuk dan pipa transmisi.

Selanjutnya Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) yang membangun instalasi pengolah air dan sarana prasarana pendukungnya dengan anggaran Rp10,5 miliar pada 2018.

Terpisah, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyebutkan saat ini pembangunan kawasan Mandeh terus digenjot, tak tanggung-tanggung beberapa kementerian pun turun tangan menuntaskannya.

Mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang telah menuntaskan jalan lingkar di kawasan Mandeh dengan mengucurkan anggaran lebih kurang Rp216 miliar rentang 2015-2018.



Instalasi pengolah air PDAM Tirta Langkisau di Nagari Sungai Nyalo Mudiek Aia Mandeh. (ist)




Selanjutnya pembuatan dokumen rencana induk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata yang dimulai pada Juli 2019.

Sementara lanjutnya khusus mengenai analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal KEK akan dituntaskan pejabat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

"Dengan dukungan menyeluruh ini ditargetkan peraturan mengenai KEK Mandeh keluar pada 2020," katanya lagi. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar