Daya beli masyarakat rendah, transaksi hewan kurban di Pasaman Barat turun

id Hewan qurban

Jual beli sapi untuk hewan qurban di Koto Baru Pasaman Barat mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Simpang Empat, (ANTARA) - Jumlah transaksi hewan kurban di pasar ternak Koto Baru, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan menjelang Idul Adha 1440 Hijriah.

Petugas UPT Pusat Kesehatan Hewan Koto Baru, Gustian, Selasa membenarkan transaksi hewan kurban mengalami penurunan sekitar 10 sampai 15 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya banyak pedagang yang mengeluh karena rendahnya daya beli masyarakat saat ini. Bahkan dari total sekitar 200 ekor ternak yang masuk tidak semuanya berhasil dijual oleh pemiliknya.

Ia mengatakan saat hari pasar terdapat sekitar 200 sapi yang masuk ke pasar ternak Koto Baru.

Ia menduga sebagian besar pedagang belum berhasil menjual sapi mereka terutama sapi untuk qurban.

"Minimnya daya beli masyarakat dan turunnya jumlah pembeli membuat pedagang terlihat sedikit kesulitan menjual ternak mereka," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harga sapi kurban lokal Pasaman Barat terbilang cukup murah yakni berkisar Rp13 juta sampai Rp17 juta.

Pedagang mengaku tidak bisa berbuat banyak saat ini karena rendahnya daya beli masyarakat dan banyaknya masyarakat memilih membeli langsung ke kandang.

Hal itu membuat transaksi di pasar ternak semakin berkurang. Disisi lain pedangang mengaku mengeluarkan biaya cukup besar untuk perawatan sebelum sapinya laku terjual kembali.

Selama pasar ternak berlangsung, petugas dari Puskeswan UPT Koto Baru juga melakukan pengawasan baik dari fisik dan kondisi kesehatan hewan agar semua hewan yang diperjual belikan bisa terjamin terutama hewan yang berasal dari kabupaten lain.

"Mudah-mudahan menjelang pelaksanaan kurban nanti, sapi yang ada dapat terjual," harap salah seorang pedagang, Andi. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar