Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat sarankan rektor asing yang masuk Indonesia terbukti kompetensinya

Selasa, 6 Agustus 2019 16:56 WIB
Image Print
Menristek Dikti Menristek Dikti Mohamad Nasir memberikan sambutan pada pelantikan rektor dan direktur perguruan tinggi negeri di Jakarta, Senin (13/4). Menristek telah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo soal rencana pemerintah yang akan mendatangkan rektor asing. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, (ANTARA) - Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Andreas Tambah mengatakan pemerintah harus memastikan rektor asing yang akan direkrut memiliki kompetensi yang sudah terbukti dan bisa diandalkan.

"Kita merekrut ini jangan asal dari asing tetapi kompetensinya belum terbukti atau kapasitasnya sebagai rektor yang mampu mengangkat perguruan tinggi negara lain bisa masuk peringkat 100 besar, nah ini harus betul-betul yang punya kredibilitas tinggi," kata Andreas kepada Antara, Jakarta, Selasa.

Dia menuturkan jika rektor dari luar negeri tersebut tidak memiliki rekam jejak dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, maka dikhawatirkan mereka hanya coba-coba di Indonesia.

"Ke Indonesia itu mereka (rektor asing) bukan lagi untuk coba-coba tetapi memang harus target kita harus terpenuhi berapa tahun dia mampu bisa membawa salah satu perguruan tinggi kita bisa masuk 100 besar," ujarnya.

Dengan menggunakan rektor dari luar negeri, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam negeri untuk bersaing dengan perguruan tinggi asing.

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengaku telah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo soal rencana pemerintah yang akan mendatangkan rektor asing.

"Sudah saya sampaikan secara lisan, Bapak Presiden setuju," katanya usai menghadiri pengambilan sumpah dokter baru Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, Kamis. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026