Setahun berdiri, SD penghafal Quran diminati masyarakat Alahan Panjang

id SDIT Alahan Panjang,SD Penghafal Al Quran

Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. (ANTARA SUMBAR/Laila Syafarud)

Padang (ANTARA) - Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) yang baru satu tahun berdiri di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, namun telah diminati masyarakat setempat.

Ketua Yayasan SDIT Rahmatul Aisy Rahmat Syah di Alahan Panjang, Selasa mengatakan sekolah tersebut baru diresmikan sejak awal Juli 2018 dengan jumlah murid sebanyak enam orang yang merupakan murid pindahan dari sekolah lain.

"Alhamdulillah sampai saat ini Juli 2019 jumlah siswa di SDIT terus bertambah hingga 80 orang, saya perkirakan tahun depan akan melebihi 80 orang siswa," ujarnya.

Akan tetapi, ia mengkhawatirkan ruangan yang disediakan sekolah tidak mencukupi untuk menampung jumlah siswa yang terus bertambah, karena sekolah tersebut masih memanfaatkan rumah toko (ruko).

"Alhamdulillah, SDIT juga telah mendapatkan tanah yang dihibahkan oleh masyarakat dan semoga kedepannya sekolah ini terus berkembang sebagaimana yang dicita-citakan sebelumnya," sambung dia.

Menurut Kepala SDIT Rahmatul Aisy Donsasria sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah terpadu khusus penghafal Quran yang ada di Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti.

Ia juga mengatakan lahirnya sekolah tersebut karena berawal dari keprihatinan para guru-guru yang melihat kondisi anak-anak di lingkungan sekitar.

"Saya melihat kondisi anak-anak saat ini ke sekolah hanya sekedar belajar, namun jarang anak-anak yang mendapatkan pelajaran yang sudah mereka pelajari," katanya.

Ia juga mengatakan sekolah bukan sekedar tempat belajar, tetapi juga tempat berinteraksi yang berperan penting dalam membentuk kepribadian anak-anak.

Biasanya sebelum masuk kelas para siswa di SDIT dikumpulkan di depan kelas untuk mengenalkan kosa kata bahasa Inggris dan bahasa Arab, kemudian belajar membaca Al Quran, menyetorkan hafalan Al Quran, shalat duha berjamaah, dan belajar seperti biasa.

"Pada saat istirahat para siswa beserta guru-guru di SDIT makan bersama, karena para siswa diwajibkan bawa bekal dari rumah dan kami tidak mengizinkan siswa jajan di sekolah," sambungnya.

Siswa SDIT Rahmatul Aisy ditargetkan harus hafal Quran tiga juz dan mampu berbahasa Arab dan bahasa Inggris dengan baik setelah tamat dari Sekolah Dasar tersebut.

Selain itu Wali Nagari Alahan Panjang Zulkarnaini mengapresiasi kehadiran sekolah tersebut.

"Semoga SDIT terus berkembang dan menjadi percontohan bagi sekolah dasar lainnya yang mampu mencetak generasi-generasi penghafal Quran dari Alahan Panjang karena melihat kondisi saat ini anak-anak memang bagus diarahkan ke Al Quran," ujar dia.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar