Pertamina terapkan penjualan elpiji secara non tunai kepada agen dan pangkalan di Sumbar

id Pertamina

Gas elpiji (Istimewa)

Padang, (ANTARA) - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menerapkan penjualan elpiji secara non tunai kepada seluruh agen dan pangkalan di Sumatera Barat

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR I Robby Hervindo melalui siaran pers di Padang, Sabtu, mengatakan sistem ini akan memudahkan pangkalan dan agen untuk melakukan transaksi pemesanan serta meningkatkan stok yang ada di pangkalan.

Menurut dia peningkatan stok gas elpiji di pangkalan meningkat karena adanya verifikasi jumlah tabung yang dibeli sesuai dengan harga tabung yang dibayarkan.

Hal ini akan membuat konsumen dapat membeli gelpiji 3 kilogram di pangkalan resmi Pertamina yang menjual gas bersubsidi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)

Selain itu keuntungan yang didapatkan agen dengan sistem non tunai ini mempermudah dalam pencatatan karena pencatatan dilakukan dalam transaksi nyata dan akurat.

Kemudian dengan pembayaran non tunai juga meningkatkan sisi keamanan karena pangkalan tidak perlu mengumpulkan uang tunai untuk pembayaran.

Ia menyebutkan saat ini dari 96 agen elpiji yang ada di Sumatera Barat, sebanyak 86 agen telah menerapkan sistem transaksi non tunai.

Sementara itu untuk tingkat pangkalan, dari total 2.903 pangkalan yang ada di Sumbar sebanyak 2.200 pangkalan telah menerapkan.

“Kami optimistis pada akhir 2019 penerapan cashless payment system mencapai 100 persen,” ujar Roby.

Ia menambahkan untuk wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut sebanyak 461 dari total 489 agen atau 94 persen sudah menerapkan sistem ini. Untuk pangkalan, lebih dari 16 ribu dari total 21 ribu atau 76 persen sudah menerapkannya.

Pada setiap aplikasi bank ini, terhubung host-to-host dengan Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3kg (Simol3k) Pertamina. Integrasi sistem ini juga mempermudah Pertamina dalam memonitor penyaluran elpiji 3 kilogram yang disalurkan baik kepada agen maupun pangkalan.

Sementara itu hingga bulan Juli 2019 konsumsi elpiji 3 kilogram di wilayah Sumatera Barat mencapai 17,18 juta tabunh

Kemudian hingga Juli 2019, konsumsi elpiji bersubsidi 3kg di wilayah Sumbar mencapai hampir 17,18 juta tabung. Sedangkan konsumsi elpiji non subsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg mencapai 228 ribu dan 229 ribu tabung.
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar