Pondok Sosial, solusi tangani anak jalanan

id Pondok Sosial,Anak Jalanan,Kota Solok

Anak jalanan, pengemis, gelandangan dan lainnya yang yerjaring razia Satpol PP di Kota Solok. (Dokumentasi Dinsos Solok)

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, akan membuka Pondok Sosial guna menanggulangi keberadaan anak jalanan, pengemis, gelandangan, ataupun anak punk yang berkeliaran di wilayah Kota Solok hingga membuat pihak resah warga sekitar.

"Pondok Sosial ini nantinya akan menjadi salah satu rumah bagi pengemis, anak jalanan, anak punk, anak terlantar, pengisap lem, dan lainnya," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Solok melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Rahmad Budi Setiawan di Solok, Jumat.

Budi menyebutkan Pondok Sosial ini bentuknya tidak akan melakukan penahanan bagi anak- anak tersebut, melainkan akan diberikan sosialisasi, dan pelatihan keterampilan sesuai minat mereka sehingga memiliki masa depan yang lebih baik.

Dari pengalaman sebelumnya, biasanya Satpol PP Kota Solok saat menjaring anak jalanan atau pengemis, langsung mengantarkannya ke Kantor Dinas Sosial untuk kemudian dipulangkan ke daerah asal mereka.

Tapi orang- orang yang dijaringkan tersebut pada razia selanjutnya masih orang- orang sama. Jadi, tidak efektif penanganannya karena mereka tidak jera.

"Kehadiran mereka ini menggangu kenyamanan para pengendara yang berlalu lalang di sekitar lampu merah, ketika pengendara berhenti sejenak, pengemis atau gelandangan ada yang memaksa pengendara memberikan sejumlah uang," ujarnya.

Biasanya anak- anak yang diamankan ini akan di data terlebih dahulu, apakah mereka akan termasuk kepada karakter anak yang terjaring karena penghisap lem, anak broken home, anak punk, dan lainnya.

Bagi anak yang ngelem akan dikirimkan ke Simpang Biaro Kabupaten Agam atau ke yayasan Pelita Hati dan Gempa di Payakumbuh, untuk mendapatkan rehabilitasi.

"Tapi sebelum dikirim ke yayasan tersebut, kami akan menghubungi keluarganya terlebih dahulu untuk meminta persetujuan, dan jika disetujui akan dikirimkan kesana," katanya.

Begitu juga dengan anak broken home akan dikirim ke Bina Remaja di Padang Panjang, untuk mengikuti pelatihan, diberikan uang transportasi, dan setelah mengikuti pelatihan ini pun mereka akan diberikan modal mesin jahit.

Selama ini pihaknya kesulitan menyelesaikan atau menuntaskan permasalahan anak jalanan dan lainnya. Karena setiap razia, mereka akan kembali terjaring razia pada periode selanjutnya.

Dengan adanya pondok sosial ini nantinya akan membantu penyelesaian kasus banyaknya anak jalanan, gelandangan dan pengemis di Solok, sehingga mereka jera dan memulai aktivitas kerja yang lebih baik.

"Ini sudah kami rencanakan sejak 2017, tapi hingga kini belum disetujui untuk realisasinya, semoga di tahun 2020 bisa diwujudkan," sebutnya.

Pada 2018 sekitar 100 lebih anak jalanan, terlantar, gelandangan dan pengemis sudah ditertibkan melalui razia Satpol-PP dan dinas terkait.

Sedangkan dari Januari sampai Juli 2019, sekitar 90 orang gelandangan, pengemis dan lainnya sudah ditertibkan di sekitar Pandan Ujung, Lampu merah Simpang Rumbio dan Pasar Raya Solok.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar