Pembebasan lahan Masjid Agung Payakumbuh, satu warga masih enggan menjual tanahnya

id masjid agung

Ilustrasi - Jamaah sedang beribadah di Masjid. (Antara/Rahmat Aizullah)

Payakumbuh, (ANTARA) - Dalam upaya Pemerintah Kota Payakumbuh membebaskan lahan untuk pembangunan Masjid Agung, masih ada seorang warga yang enggan menjual tanahnya.

"Iya benar, yang bersangkutan belum mau menjual sawahnya dengan alasan lahan tersebut satu-satunya harta yang tinggal," kata Lurah Pakan Sinayan Zailendra, di Payakumbuh, Rabu.

Dalam pembebasan lahan tersebut ada sebanyak 28 pemilik lahan di lokasi tersebut yang sudah sepakat membebaskan lahannya kepada pemko, tinggal satu orang yang masih enggan menjual tanahnya.

Meskipun begitu, pembangunan masjid di kawasan Sawah Kareh, Payakumbuh Barat tersebut pemancanangan lahannya sudah dilakukan pada lahan seluas 4,8 hektare.

"Harapan kami semua warga mendukung pembangunan masjid ini karena ini adalah investasi akhirat untuk kepentingan umat," ujar Zailendra.

Selanjutnya pihak kelurahan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) rencananya akan kembali melakukan pertemuan dengan pemilik lahan tersebut.

Dalam pertemuan itu juga akan dihadirkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang akan menjelaskan dari segi pendekatan hukum.

"Pemancangan baru dilakukankemarin (Senin, 30 Juli). Pemancangan ini dalam artian menentukan patok batas tanah antar pemilik lahan dan menentukan titik koordinatnya," ujarnya.

Hasil pemancangan tersebut akan dibawa pemko ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk pembuatan peta bidang.

"Kemudian peta bidang ini yang diajukan kepada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) ataupun konsultan appraisal untuk melakukan kajian harga," ucap Zailendra.

Dia berharap, kajian harga tanah dapat terbit pada Juli sampai September nanti, sehingga pembayaran tahap pertama yang direncanakan senilai Rp6,4 miliar bisa dilakukan pada Oktober sampai Desember.

"Sedangkan sisanya dibayarkan pada 2020 di mana pada RKA-nya sudah dianggarkan Rp10 miliar untuk pembebasan lahan," jelasnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar