Baznas Padang Panjang salurkan Rp1,58 miliar dana zakat, ini pemanfaatannya

id Aswir Rasyidin

Ketua Baznas Padang Panjang, Aswir Rasyidin (kanan). (Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat selama 2019 telah menyalurkan Rp1,58 miliar lebih dana zakat bagi warga yang berhak menerima zakat di daerah itu.

Ketua Baznas Padang Panjang Aswir Rasyidin di Padang Panjang, Rabu, mengatakan dana tersebut disalurkan melalui sejumlah program yang dijalankan Baznas Padang Panjang Peduli, Padang Panjang Cerdas, Padang Panjang Makmur dan Padang Panjang Sehat.

Dana zakat tersebut telah disalurkan kepada 3120 mustahik atau orang yang berhak menerima zakat.

Ia menerangkan setelah menyalurkan zakat, pihaknya memonitor penggunaan dana yang disalurkan untuk memastikan digunakan oleh penerima sesuai tujuannya.

Setiap satu atau dua bulan sekali pihaknya menemui kembali penerima terutama dari program Padang Panjang Makmur yang diberikan untuk pelaku UMKM untuk melihat perkembangan usaha.

"Pada umumnya memang menjalankan usaha namun sayangnya tidak berkembang, ada pula yang justru menyumbangkan bantuan tersebut kepada orang lain. Hal ini menjadi catatan kami untuk mengimbau penerima agar pemanfaatannya tepat sasaran," jelasnya.

Bersama pemerintah daerah menurutnya juga perlu peningkatan kerja sama dalam membina pelaku usaha yang menerima zakat agar memiliki kemampuan mengembangkan usaha yang dijalankan.

Pada Rabu(31/7) Baznas Padang Panjang menyalurkan zakat bagi 130 mustahik untuk setiap program dengan rincian 38 mustahik untuk program Padang Panjang Makmur, 77 mustahik Padang Panjang Cerdas, 2 mustahik Padang Panjang Peduli dan 13 mustahik Padang Panjang Sehat dengan total dana Rp247,9 juta.

Staf Ahli bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemkot Padang Panjang Emir Emil El Maulid berpesan kepada mustahik agar memanfaatkan bantuan yang diterima sesuai tujuannya.

Ia mengingatkan para mustahik agar dana tersebut tidak digunakan untuk aktivitas konsumtif karena zakat berasal dari dana yang disisihkan masyarakat untuk memenuhi kewajiban sebagai umat Islam membantu warga yang berkekurangan.

"Bantuan itu bentuk kesempatan bagi penerima untuk melakukan kegiatan produktif. Kami harap agar tidak disalahgunakan melainkan manfaatkan sesuai tujuan diberikan," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar