Payakumbuh dihantam badai, sejumlah bangunan rusak parah

id Badai,Payakumbuh

Tim Reaksi Cepat menata kembali pohon yang tumbang akibat badai di tepi jalan Kenagarian Koto nan Ampek, Payakumbuh Barat. (ANTARA SUMBAR/Syafri Ario)

Payakumbuh  (ANTARA) - Kota Payakumbuh dihantam hujan deras dan badai sejak Minggu (28/7) sore hingga malam yang mengakibatkan sejumlah bangunan rusak parah.

"Ada 12 titik yang cukup fatal yang dilaporkan kepada kami, sejak kemarin hingga siang tadi Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah turun ke lapangan," ujar Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz di Payakumbuh, Senin.

Ia mengatakan semua titik tersebut berada Kecamatan Payakumbuh Barat.

Dari pantauan di lapangan sejumlah bangunan yang rusak diantaranya sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Payakumbuh, kubah masjid sekolah Mahad Islami Koto nan Ampek lepas diterjang badai dan Rumah Gadang di Padang Tinggi.

Selain merusak bangunan juga banyaknya pohon besar di pinggir jalan raya Kenagarian Koto nan Ampek bertumbangan hingga merusak bangunan di sekitarnya.

"Jalan depan Kantor DPRD, batang kayu samping SD Kawasan Padang Kudo Koto nan Ampek, tiga lokal MAN 2 Payakumbuh juga rusak akibat pohon durian tumbang," ujarnya.

Untuk mengantisipasi banyaknya pohon yang tumbang, Erwin Yunaz berjanji Pemkot Payakumbuh akan menata kembali pohon-pohon yang ada di Payakumbuh terutama yang berada di jalan-jalan utama.

"Perlu ditelaah oleh Dinas LH dengan bijaksana, perlu langkah antisipasi, mana pohon yang tidak layak lagi dan segera diremajakan dan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan musibah yang bisa terjadi kapan saja," tuturnya.

Sementara itu Kepala BPBD Payakumbuh Yufnani Away menyampaikan pihaknya menurunkan sebanyak 20 personel BPDB dan bergabung dengan TRC Payakumbuh untuk tanggap darurat.

Menurutnya, ada perubahan lokasi dari bencana hujan badai yang terjadi di Kota Randang itu.

"Kejadiannya beralih, biasanya tahun-tahun sebelumnya terjadi di Utara ataupun Latina, justru sekarang malah berubah di Payakumbuh Barat," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar