Tanah Datar siapkan 16 paket pelatihan kewirausahaan tekan penganggur

id Kantor Dinas Penanaman Modal

Kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (PMPTSP Naker) Tanah Datar. (Antara Sumbar/Etri Saputra)

Batusangkar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menyiapkan 16 paket pelatihan kewirausahaan selama 2019 guna menekan angka penganggur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP-Naker) Tanah Datar,Khairul Anwar di Batusangkar, Senin, mengatakan pelatihan ini akan dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) setempat dengan mendatangkan pelatih yang andal.

Ia mengatakan pelatihan kewirausahaan itu meliputi menjahit pakaian lima paket, montir sepeda motor dua paket, teknik informasi komputer empat paket, keterampilan boga dua paket, dan pelatihan teknisi telepon genggaman yang dilakukan secara bertahap.

Dari 16 paket kewirausahaan tersebut akan menampung 256 pencari kerja, dan setelah mengikuti pelatihan diyakini akan mampu membuka lowongan kerja bagi mereka maupun orang lain.

Selain itu pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan BLK Kota Padang Panjang. Hingga saat ini sudah ada sekitar 200 orang lebih yang dialtih di luar 16 paket yang sedang dikerjakan.

"Jika dicocokkan dengan data orang yang mendaftar, dan dilatih sekitar 50 persen mereka sudah menggeluti pekerjaan sesuai pelatihan yang mereka ikuti," ujarnya.

Berdasarkan data dari tenaga kerja setempat, angka pengangguran di Tanah Datar pada 2017 mencapai 9.418 orang, sementara pada 2018 menurun menjadi 5.157 orang, atau menurun sebanyak 4.261 orang. Pengangguran itu didominasi oleh usia produktif yakni 20 hingga 40 tahun.

Pengangguran tersebut berada pada angka 3,8 persen, sementara angka provinsi berada di kisaran 5 persen dan tingkat nasional mencapai 7 persen.

"Jika dibandingkan dengan angka provinsi dan nasional, pengangguran di Tanah Datar masih tergolong rendah," katanya.

Ia mengaku berkurangnya angka pengangguran itu juga tidak lepas dari penerimaan CPNS pada 2018, serta penyuluhan yang dilakukan di bidang pertanian maupun perdagangan dalam menciptakan usaha dan UMKM.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir mengharapkan PNS sebagai satu satunya pekerjaan. Padahal jika digeluti dengan sungguh-sungguh berusaha lebih menjanjikan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar