Tangkapan nelayan Pasaman Barat menurun akibat gelombang tinggi

id Pasaman Barat

Kapal nelayan Maligi Pasaman Barat banyak yang tidak pergi melaut akibat cuaca buruk. (ANTARA SUMBAR/ Altas Maulana)

Simpang Empat (ANTARA) - Hasil tangkapan nelayan Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan sebulan terakhir akibat gelombang tinggi di daerah itu.

Salah seorang nelayan Maligi, Boy, Minggu (28/7) mengatakan sering membawa hasil tangkapan mengecewakan jika memasaksakan diri melaut.

Kondisi ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir sejak cuaca ekstrim dan gelombang tinggi serta panas diduga menjadi penyebab hasil tangkapan mereka menurun drastis.

Sejumlah perahu nelayan terlihat tertambat di pinggir pantai menunggu cuaca kembali membaik karena jika dipaksakan melaut mereka terancam merugi, sebab biaya bensin terkadang tidak seimbang dengan ikan hasil tangkapan.

Menurutnya kondisi panas matahari yang cukup terik saat ini membuat ikan tidak muncul sehingga nelayan kecil yang menggunakan perahu tidak bisa melemparkan jaringnya.

Disisi lain tingginya gelombang dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat waktu tangkap di laut menjadi singkat.

"Secara persentase hasil tangkapan nelayan berkurang sekitar 70 persen dari biasanya. Beruntung sebagian nelayan memiliki usaha lain seperti berkebun atau buruh di kebun sawit untuk memenhuhi kebutuhan mereka," sebutnya.

Ia mengaku belum bisa memastikan sampai kapan cuaca buruk ini akan terjadi, sebab kondisi cuaca sering berubah-ubah dan gelombang anginnya sudah berbeda-beda dengan sebelumnnya.

Para nelayan mengaku menunggu cuaca membaik dan mereka akan kembali melaut. Saat ini mereka terlihat memperbiki perahu atau alat tangkap sambil menunggu kembali melaut.
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar