45 keluarga mampu di Pariaman masih terima bantuan PKH

id Bantuan PKH,pariaman,sumbar,PKH

Salah satu pendamping PKH berfoto dengan salah satu keluarga penerima manfaat di Pariaman. (Antara Sumbar/istimewa)

Pariaman, (ANTARA) - Sebanyak 45 keluarga yang sudah masuk kategori ekonomi mampu di Kota Pariaman, Sumatera Barat masih tercatat sebagai penerima program keluarga harapan (PKH).

"Sesuai aturan pemerintah pusat, ada dua solusi terkait hal ini," kata Koordinator Pendamping PKH Kota Pariaman, Ruhul Fitriyos Yasran di Pariaman, Rabu.

Ia menyebutkan solusi pertama keluarga penerima manfaat (KPM) itu mengambil graduasi mandiri atau keluar sebagai penerima bantuan.

Sedangkan solusi kedua pemerintah pusat mengeluarkan keluarga bersangkutan dari KPM, sehingga tidak dapat diusulkan lagi mengikuti seleksi usaha ekonomi produktif (UEP).

"Saat ini kami terus melakukan pendekatan persuasif agar keluarga ini mau mengambil langkah graduasi mandiri," katanya.

Ia mengatakan pihaknya ke depan akan memasang label penerima PKH di rumah KPM agar keluarga berekonomi mampu keluar sebagai penerima manfaat.

Dengan keluarnya KPM yang memiliki ekonomi baik, lanjutnya maka bantuan tersebut dapat diberikan kepada warga miskin lainnya.

Ia menyebutkan saat ini jumlah KPM PKH di Kota Pariaman mencapai 2.433 keluarga yang tersebar di seluruh kecamatan di daerah itu.

Sementara itu Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan penerima PKH harus berasal dari keluarga miskin.

"Jangan diberikan kepada orang yang mengaku-ngaku miskin, padahal mereka masuk kategori keluarga mampu," ujarnya.

Ia mendorong agar pendamping PKHmemasang label di rumah KPM, agar pihak terkait mengetahui keluarga yang mendapatkan batuan sehingga tidak ada tumpang tindih bantuan. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar