Duo penjambret yang meresahkan warga Solok akhir dibekuk polisi

id Penjambret,Polres Solok Kota

Duo penjambret yang meresahkan warga Solok akhir dibekuk polisi

Telepon genggam yang diduga hasil penjambretan Niki (23) dan W (15) di Solok. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Solok (ANTARA) - Dua remaja yang diduga penjambret, Niki (23) dan W (15), yang telah melakukan aksinya di sejumlah lokasi di Kota Solok, ditangkap anggota Polres Solok Kota di Sawah Ujuang, Nagari Selayo Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Kasat Reskrim Polres Solok Kota Iptu Defrianto, di Solok, Senin menjelaskan dalam melakukan aksinya, kedua tersangka berkeliling Kota Solok dengan menggunakan sepeda motor.

Apabila pelaku melihat perempuan menggunakan telepon genggam saat menggendarai motor, pelaku akan mendekati korban dan merebutnya.

Petugas telah menerima beberapa laporan dari korban penjambretan yang diduga dilakukan oleh kedua pelaku.

"Keduanya ditangkap di rumahnya. Mereka langsung diamankan petugas kami ke Mapolres Solok Kota,” katanya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam merk OPPO A5S warna hitam yang dijambret pada Rabu (17/7) di Jalan Lingkar Utara Kota Solok, satu uni sepeda motor Yamaha Vixion warna merah dengan nomor polisi BA 3604 HB.

Dari hasil pengembangan kasusnya, petugas menyebutkan ada beberapa TKP dan korban, diantaranya di Jalan Proklamasi VI Suku Kota Solok dengan barang bukti berupa satu unit Hp merk Xiomi note 5 warna Hitam.

Kemudian di Jalan Jenderal Ahmad Yani VI Suku Kota Solok dengan barang bukti berupa satu unit Hp Vivo F5 warna hitam.

Lalu di Jalan K.H Dewantara VI suku Kota Solok dekat SPBU Simpang Sigege dengan barang bukti satu unit Hp Samsung A50 warna merah dan satu unit Hp Hi.Mex warna silver .

Sementara di Jalan Tuanku Imam bonjol Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah juga didapati barang bukti berupa satu unit Hp Samsuang A50 warna merah dan satu unit Hp Samsung.

Defrianto menegaskan pelaku diduga melanggar ketentuan Pasal 363 Ayat 1 ke 4 dan Pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar