Diduga berbuat mesum, Wali Nagari ini dituntut mundur dan kantor nagari disegel warga

id Segel kantor Nagari ,pesisir selatan,sumbar

Sejumlah warga menyegel kantor Nagari Sungai Liku Pelangai Pesisir Selatan. (ist)

Painan, (ANTARA) - Sejumlah warga Nagari (desa adat) Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menyegel kantor nagari setempat, dan menuntut wali nagarimengundurkan diri karena diduga telah bermuat mesum dengan seorang wanita yangsudah bersuami.

"Kami tidak setuju lagi dengan Darmawan menjabat sebagai Wali Nagari Sungai Liku Pelangai karena dugaan perilaku asusila yang dilakukannya," kata warga setempat Herman saat melakukan penyegelan kantor nagari itu dengan beberapa helai papan, Senin.

Ia menambahkan dugaan mesum yang dilakukan Wali Nagari Darmawan dengan seorang perempuan yang telah bersuami inisial ES sangat memalukan, dan merusak nama baik kampung, bahkan kasus ini telah membuat retaknya rumah tangga ES dengan suaminya.

"Saat ini perempuan ES dengan suaminya tidak lagi tinggal serumah gara-gara kasus ini," kata dia.

Tokoh masyarakat Sungai Liku Pelangai,Saripin Panduko Sutan mengatakan dugaan perilaku asusila yang dilakukan Darmawan dengan ES telah lama dicurigai warga, bahkan warga pernah melihat keduanya bertemu di tempat sepi sekitar pukul 20.00 WIB malam.

Karena dinilai sebagai aib, pihak keluarga juga telah meminta ES agar berterus terang atas hubungannya dengan sang wali nagari. Dan Es pun telah mengakui hubungan gelap mereka, bahkan diakui telah menjalin hubungan terlarang dengan Darmawan.

"Kebetulan percakapan itu direkam, dan saya pribadi sudah mendengarnya. Dari rekaman itu ES mengakui beberapa kali berhubungan badan dengan Darmawan, termasuk di kantor nagari," jelasnya.

Sementara itu Wali Nagari Sungai LikuDarmawanketika dikonfirmasi membantah dirinya telah berbuat asusila dengan ES, menurutnya informasi tersebut sengaja dihembuskan oleh lawan politiknya.

Kendati demikian ia mengaku pada suatu malam sekitar pukul 20.00 WIB pernah berpapasan dengan ES dan sempat bertegur sapa.

"Karena berpapasan makanya kami bertegur sapa, tapi cuma sebatas itu. Waktu itu saya berencana berkunjung ke rumah warga yang mendapat bantuan pembangunan rumah layak," sambungnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar