Pemasaran dan pengemasan, tantangan UKM di Padang

id ukm padang, pemasaran UKM,mahyeldi

Wali Kota Padang Mahyeldi (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan usaha kecil dan menengah (UKM) di Padang menghadapi tantangan dalam pemasaran dan pengemasan untuk bisa memperluas pasar dan meningkatkan skala produksi.

"Untuk pengemasan kita dibantu oleh Badan Penanaman Modal melatih pelaku UKM agar bisa meningkatkan kualitas kemasan," kata dia di Padang, Jumat.

Menurut dia, belajar dari kunjungan ke Vietnam di pasar tradisional setempat saja para pedagang sudah menggunakan aluminium foil untuk kemasan produk.

Terkait pemasaran ia menilai produk UKM di Padang harus bisa menembus pasar internasional.

Saat ini terdapat sekitar 80 ribu UKM di Padang, dan jika bisa menembus pasar luar negeri akan semakin meningkatkan ekonomi, katanya.

"Untuk itu saat ini pemerintah Kota Padang sudah membangun kerja sama dengan sejumlah negara seperti kota kembar dengan Ba Ria Vung Tau Vietnam," kata dia.

Bahkan dalam waktu dekat Rumah makan Padang dengan menu utama rendang akan dibangun di kota terbesar di Vietnam, Ho Chi Minh atas dasar kerja sama dengan Konjen RI di Vietnam.

"Tahun ini ditargetkan sudah dibangun, lokasi dan pengembangnya sudah ada, tinggal kami koordinasikan saja," kata dia.

Pada sisi lain Mahyeldi mengatakan pihaknya terbuka dengan investor dari luar dalam rangka pengembangan UKM di Padang.

Kalau ada investor yang mau masuk silakan kami terbuka, syaratnya satu gunakan tenaga kerja lokal, jangan bawa pekerja dari luar, katanya.

Mahyeldi menyebutkan pada 2018 jumlah investasi yang masuk ke Padang mencapai Rp2,5 triliun.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar