Dua ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan peroleh santunan Rp363 juta

id BPJSKetenagakerjaan,BPJSketenagakerjaan Sumbar

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang (Kanan) Yuniman Lubis menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris (ANTARASUMBAR/Agung Pambudi)

Padang (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Padang, Sumatera Barat, membagikan santunan Rp363.344.683 kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

"Hari ini ada dua santunan kematian dan satu santunan cacat anatomis yang kami bagikan, mudah-mudahan santunan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh ahli waris dan digunakan sebagaimana mestinya," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Padang Yuniman Lubis di Padang, Kamis.

Dua santunan kematian yang dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan yakni atas nama Ariandi Witara sebesar Rp108.049.643 ditambah jaminan pensiun Rp341.400 perbulan dan atas nama Sefri Yaldi yang meninggal saat akan berangkat kerja sebesar Rp190.614.240 serta santunan cacat anatomis atas nama Zikra Alhadi sebesar Rp64.680.800.

"Ini adalah semacam bentuk janji dari BPJS ketenagakerjaan bahwa tenaga kerja yang mengalami risiko kecelakaan kerja kami memberikan santunan sesuai ketentuan yang berlaku, apa yang disampaikan itu yang kami berikan," katanya.

Yuniman mengatakan, dalam kepengurusan pembayaran tersebut selama dokumen-dokumen yang dibutuhkan dapat dilengkapi ahli waris dan perusahaan pihaknya mengklaim satu minggu sudah dapat dibayarkan.

Lebih lanjut ia menyebutkan, di Sumbar ada tiga kantor cabang dan sembilan kantor cabang perintis. Dengan rincian cabang padang membawahi dua cabang perintis yaitu pesisir selatan dan pariaman, cabang bukittinggi membawahi lima cabang perintis yaitu pasaman, pasamaan barat, agam, lima puluh kota dan batusangkar, dan cabang solok membawahi dua cabang perintis yaitu dharmasraya dan solok selatan.

Realisasi pembayaran klaim jaminan BPJS ketenagakerjaan se Sumbar pada 2018 yaitu untuk Jaminan Hari Tua (JHT) dengan 21.606 kasus sebesar Rp191.685.693.568, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan 2.306 kasus sebesar Rp11.975.076.224 Jaminan Kematian (JK) dengan 333 kasus sebesar Rp9.482.100.000 dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp3.061.101.624.

Ia menambahkan, dari Januari sampai Juni 2019 pembayaran JHT dengan 11.686 kasus sebesar Rp109.083.873.049. JKK dengan 1.478 kasus sebesar Rp7.988.472.577, jaminan kematian dengan 174 kasus sebesar Rp4.908.300.000 dan jaminan pensiun sebesar Rp3.061.101.624.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar