Padang Pariaman potensial jadi sumber pangan nasional

id BMKG,padang pariaman,sumber pangan nasional

Padang Pariaman potensial jadi sumber pangan nasional

Kepala Deputi Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mulyono Rahadi Prabowo (dua kiri) bersama Bupati Padang Pariaman, Sumbar Ali Mukhni (tiga kiri) menunjukkan batang padi yang akan ditanam pada Sekolah Lapang Iklim tahap 3 di 2x11 Kayu Tanam, Senin. (Antara Sumbar/Aadiaat M. S)

Parit Malintang (ANTARA) - Kepala Deputi Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat berpotensi menjadi sumber pangan nasional karena memiliki sejumlah keunggulan.

"Untuk menjadi sumber pangan nasional Padang Pariaman tentu harus dapat memenuhi kebutuhan skala kabupaten dan regional," kata dia usai pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap 3 di 2x11 Kayu Tanam, Senin.

Jika dilihat dari hasil produksi beras pada 2018, Padang Pariaman mengalami surplus hampir 150 ribu ton sehingga satu tahapan telah dilewati oleh daerah itu.

Apalagi daerah itu berhasil mengembangkan padi varietas lokal yang memiliki keunggulan produksi yang tinggi dari yang lainnya serta tahan terhadap hama dan penyakit blas.

Menurutnya produksi tersebut dapat ditingkatkan dengan petani memanfaatkan informasi yang telah disediakan oleh BMKG.

Hal tersebut karena perubahan iklim akibat pemanasan global dapat mempengaruhi produksi pertanian sehingga pemahaman tentang iklim dari petani dibutuhkan.

Meskipun petani dapat mengatur lahan, air, dan bibit namun tidak dengan iklim sehingga pihaknya berharap petani memanfaatkan informasi dari pihaknya.

Ia menyampaikan BMKG memiliki dua cara untuk menyampaikan informasi dari pihaknya kepada petani yaitu pasif dan aktif.

Pasif tersebut yaitu dengan petani mengakses website BMKG sedangkan aktif yaitu pihaknya menyampaikan informasi kepada sejumlah kelompok petani atau nelayan dan penyuluh lapangan.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan dalam beberapa tahun terakhir pihaknya mengekspor beras ke sejumlah daerah baik dalam provinsi itu maupun luar yaitu di antaranya Kepulauan Riau, Riau dan Jambi.

Ke depan pihaknya fokus mengembangkan Padi Putiah Papanai atau Padang Pariaman Anai yang telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan dengan adanya SLI tahap 3 yang dilaksanakan oleh BMKG di Padang Pariaman serta menggunakan bibit unggul maka ke depan produksi padi di daerah itu meningkat.

"Dengan meningkatnya produksi padi maka pendapatan petani juga akan meningkat," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar