121 jenis olahan berbasis ikan diunggulkan tingkatkan konsumsi ikan di Sumbar

id gemarikan,sumbar

121 jenis olahan berbasis ikan diunggulkan tingkatkan konsumsi ikan di Sumbar

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memberikan produk kuliner dari ikan kepada anak-anak sebagai simbol upaya meningkatkan SDM dengan mengkonsumsi ikan. (ANTARA SUMBAR/ Miko Elfisha)

Padang, (ANTARA) - Sebanyak 121 jenis olahan kuliner berbasis ikan menjadi modal utama bagi Sumatera Barat untuk meningkatkan konsumsi ikan di daerah itu agar melebihi angka nasional.

"Setiap tahun tingkat konsumsi ikan masyarakat Sumbat terus naik. Angka terakhir 38,3 kilogram perkapita per tahun. Mudah-mudahan dengan makin banyak jenis olahan, makan gemar masyarakat makan ikan," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit ketika membuka kegiatan Gemar Memakan Ikan (Gemarikan) tingkat Provinsi bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar di Padang, Senin.

Menurutnya jenis olahan itu tidak terbatas pada kuliner "berat" seperti gulai, gorengan dan rendang, tetapi juga olahan turunan seperti bakso, sala lauk, hingga nudget dan abon ikan.

Produk olahan itu dibuat dengan standar kualitas yang baik serta didukung kemasan yang menarik sehingga bisa dijual di toko maupun swalayan. Dengan demikian bisa diharapkan tingkat konsumsi ikan bisa mengalahkan angka nasional yang saat ini sekitar 41 kilogram perkapita pertahun.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Sumbar Nevi Irwan Prayitno mengatakan upaya pemerintah untuk meningkatkan konsumsi makan ikan harus dikolaborasikan dengan kader PKK tingkat provinsi hingga kelurahan, desa atau nagari.

"PKK adalah ujung tombak yang setiap hari bersinggungan dengan masyarakat. Karena itu perannya dalam mensosialisasikan dan menyukseskan program pemerintah sangat vital," kata Nevi yang juga Ketua TP PKK Sumbar.

Ia menyebut, tinggal bagaimana pemerintah daerah bisa memaksimalkan peran dari PKK tersebut. PKK juga mendukung program Gerakan Makan Ikan yang digagas pemerintah. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar