Emma Yohanna Motivasi Perempuan Padangpanjang

id Emma Yohanna Motivasi Perempuan Padangpanjang

Emma Yohanna Motivasi Perempuan Padangpanjang

sosialisasi meningkatkan peran dan posisi perempuan dibidang politik dan jabatan publik di Padangpanjang, Selasa (19/3).

Padangpanjang, (Antara) - Angota DPD RI Emma Yohanna memberikan motivasi kepada kaum perempuan di Kota Padangpanjang, Sumatera Barat agar berkipah di kancah politik dan jabatan publik.

"Kemampuan perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata, untuk itu sudah saatnya kita (kaum perempuan) berpratisipasi dalam membangun negeri ini kearah yang lebih baik," kata Emma Yohanna ketika menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi meningkatkan peran dan posisi perempuan di bidang politik dan jabatan publik di Padangpanjang, Selasa.

Dia mengatakan, tantangan bagi perempuan untuk bisa masuk ke ranah publik lebih berat dari pada laki-laki, karena masih banyak anggapan perempuan identik dengan rumah tangga dan bekerja yang sesuai bagi perempuan adalah pekerjaan yang berhubungan dengan rumah tangga.

"Selain itu, kental dan mengakarnya budaya patriaki, karena dalam budaya ini laki-laki diposisikan sebagai makhluk yang superior sedangkan perempuan adalah inferior," kata dia.

Untuk menghadapi tantangan yang dinilai berat tersebut, maka ada beberapa strategi yang diterapkan Emma Yohanna untuk memicu motivasi kaum perempuan Kota padangpanjang.

"Seperti, selalu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis dalam diri bahwa keberadaan perempuan dalam mekanisme mengambil kebijakan adalah penting dan harus, karena semakin banyak perempuan yang terlibat dalam mengambil kebijakan, maka suara perempuan akan mampu mempengaruhi kebijakan yang dibuat," jelas dia.

Kemudian, tambah dia, memperkuat kerja sama dan dukungan antar sesama perempuan.

"Diyakin bersama, bahwa perjuangan satu perempuan bukanlah perjuangan individu, namun perjuangan untuk semua perempuan," sebut dia.

Selanjutnya, perempuan harus punya keberanian dan motivasi untuk keluar dari "kotak sempit" yang selama ini membelenggunya. Harus menyadari, bahwa perempuan dan laki-laki mempunyai hak dan kesempatan yang sama.

"Yang menentukan seseorang itu bisa bukanlah jenis kelamin, namun adalah kapasitas dan intelektualitas," jelasnya.

Dia mengatakan, dalam konteks yang sesungguhnya bangsa ini telah berhutang banyak pada perempuan, karena jasa-jasa dan perjuangan mereka dalam mempertahankan bangsa ini.

"Merendahkan perempuan dan tidak menganggapnya, mereka ada sama halnya dengan menafikan dan melukai perjuangan perempuan itu sendiri, sama artinya juga dengan menodai perjuangan ini," tegasnya. (**/ben/jno)
Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar