Penerbangan tak memadai, ASITA: kebijakan tiket pesawat murah masih setengah hati

id harga tiket pesawat

Ketua ASITA Sumbar Ian Hanafiah. (ANTARA SUMBAR/ Miko Elfisha)

Padang, (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalaan Wisata (ASITA) Sumatera Barat (Sumbar) menilai kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket penerbangan "Low Cost Carrier (LCC)" masih setengah hati karena belum didukung jumlah penerbangan yang memadai.

"Penerbangan untuk kebijakan itu belum merata. Untuk Sumbar, penerbangan Padang-Jakarta pada jam 10.00-14.00 WIB sesuai kebijakan hanya ada satu penerbangan perhari," kata Ketua ASITA Sumbar Ian Hanafiah di Padang, Kamis.

Satu penerbangan itu dilayani oleh maskapai Lion Air dengan waktu keberangkatan 10.35 WIB dan sampai di Cengkareng 12.25 WIB.

Lion mengalokasikan sekitar 57 seat untuk kebijakan harga murah dalam satu penerbangan.

Merujuk kebijakan tiket penerbangan murah yang berlaku untuk Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB, hanya tersedia 171 seat dalam sepekan.

Baca juga: Asita: Kebijakan maskapai "bunuh" pariwisata Sumbar

Namun pantauan dari salah satu aplikasi penjualan tiket, harga tiket maskapai lion air Padang-Jakarta untuk Selasa (23/7) pukul 10.35 WIB masih Rp1.321.000/pax.

Harga itu belum merujuk pada kebijakan tiket murah yang ditetapkan oleh pemerintah karena Tarif Batas Atas untuk rute itu adalah Rp1.476.000 sementara tarif batas bawah Rp517.000.

Sementara untuk maskapai Citylink, tidak ada satupun penerbangan yang melayani pada jam yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut.

"Harusnya ada jumlah penerbangan yang memadai untuk waktu yang ditetapkan itu," katanya.

Dari sudut pandang pariwisata penurunan harga tiket itu diyakininya berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan.

Ia berharap, ke depan kebijakan pemerintah itu akan lebih mendukung sektor pariwisata. (*)

Baca juga: Asita : Angkutan darat tidak efektif untuk pariwisata

Baca juga: Asita Sumbar dorong Garuda tambah frekuensi penerbangan Jakarta-Padang


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar