Tambang galian C ilegal di Bypass diduga milik salah satu pimpinan DPRD

id Tambang Ilegal,Galian C,Payakumbuh

Tambang galian C ilegal di sepanjang pinggiran Jalan Bypass Kota Payakumbuh (ANTARA SUMBAR/Syafri Ario)

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi mengungkapkan salah satu tambang galian C ilegal di sepanjang pinggiran Jalan Bypass diduga miliki pimpinan DPRD setempat.

"Berdasarkan data yang kami miliki, ada empat orang pemilik lahan di lokasi tersebut, salah satunya Wakil Pimpinan DPRD Payakumbuh," ungkapnya di Payakumbuh, Rabu.

Dari empat pemilik tambang tersebut sampai saat ini baru satu yang sedang mengajukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke Provinsi Sumbar.

"Sampai sekarang izin yang sedang mengurus itu belum keluar sedangkan tiga lainnya tidak punya izin sama sekali," sebutnya.

Ia mengatakan DLH sudah berkali-kali mengirimkan surat teguran terhadap pengusaha tambang di lokasi tersebut.

"Surat teguran itu tidak hanya dari kami, tapi PUPR dan Satpol PP sepertinya juga sudah memberikan teguran," katanya.

Apabila dalam waktu dekat ini surat teguran itu tak juga diindahkan, pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penertiban bersama Satpol PP.

"Jika surat tetap tak diindahkan tentu kami akan mengambil tindakan tegas berupa penertiban," ujarnya.

Selain tak mengantongi izin dari provinsi, keberadaan tambang galian C di Kecamatan Payakumbuh Barat itu juga melanggar Perda RT/RW No 1 Tahun 2012 dan Perda No 2 tahun 2018.

"Karena suda diatur dalam Perda tentu kami (Pemko) berhak mengambil tindakan tegas," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh (RS) mengaku tidak memiliki lahan tambang galian C di sepanjang pinggiran Jalan Bypass tersebut.

"Lihat saja di sana siapa pemiliknya, tidak, tidak ada punya saya," tukasnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar