Siwalija, grup WhatsApp peduli kesehatan remaja Alai

id puskesmas alai, kesehatan reproduksi remaja,aplikasi kesehatan

Kepala Puskesmas Alai drg Yenni  (tengah) inovator dr Silvia Regina (kanan) dan Sub Bagian Umum Dinas Kesehatan Kota Padang  Rizki Fadillah (kiri) pada pemaparan Siwalija di Padang, Rabu (10/7). Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi.

Padang, (ANTARA) - Puskesmas Alai Kota Padang, Sumatera Barat meluncurkan aplikasi peduli kesehatan remaja berbasis whatsapp yang diberi nama Aplikasi WhatApp Messenger Peduli Remaja Puskesmas Alai (Siwalija).

"Aplikasi ini merupakan pelayanan kesehatan dalam wadah grup WhatsApp yang anggotanya para siswa SMA didampingi para ahli kesehatan membahas persoalan kesehatan, dan kesehatan reproduksi serta melakukan konsultasi", kata Kepala Puskesmas Alai drg Yenni di Padang, Rabu.

Ia menjelaskan latar belakang dari inovasi ini berawal dari fakta bahwa remaja rentan perilaku berisiko namun pengetahuan masih kurang dan perlu informasi.

Perilaku berisiko tersebut mulai dari merokok dan mengonsumsi narkoba, hamil muda, kurang gizi hingga tawuran dan mengalami perundungan, ujarnya.

Melalui aplikasi tersebut para remaja dapat berkonsultasi dengan konselor seputar kesehatan reproduksi yang dijamin kerahasiaannya.

Untuk konsultasi melalui whatsapp dapat dilakukan sebanyak tiga kali dan yang keempat melalui tatap muka langsung dengan konselor di Puskesmas, ujarnya.

Alur kerjanya yakni pihaknya menyediakan barcode untuk bergabung kemudian individu yang akan berkonsultasi memperkenalkan diri.

Konsultasi dilayani pada setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dan pada hari Minggu libur.

Tidak hanya itu pihaknya juga melayani pemeriksaan kesehatan remaja hingga mengadakan diskusi bersama.

Ia menyampaikan aplikasi ini menyasar remaja yang bersekolah di wilayah kerja Puskesmas Alai yaitu pelajar SMA Yari, MAN Gunung Pangilun, SMA Tamsis dan SMA Negeri 3 Padang.

Menurut dia inovasi tersebut juga sebagai upaya mengoptimalkan peran Puskesmas Alai khususnya bagi generasi muda.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar