Pemkot Payakumbuh datangkan produsen pupuk Malaysia

id agroteknologi,Payakumbuh

Produsen produk pertanian Malaysia sedang menjelaskan produknya dihadapan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi (ANTARA SUMBAR/istimewa)

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh bertekad untuk mengembangkan inovasi teknologi di bidang pertanian untuk mendatangkan kemakmuran bagi petani.

"Pertanian kita sudah jauh tertinggal. Jika ada teknologi baru yang memberikan harapan pada petani itu perlu kita dikembangkan," kata Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi di Payakumbuh, Selasa.

Tekad tersebut dimulai Pemkot Payakumbuh dengan mendatangkan salah satu produsen produk pertanian dan peternakan dari Malaysia.

"Negara yang lebih maju dari kita teknologi pertaniannya seperti Malaysia, Thailand, itu yang kita cari," ujarnya.

Ia menginginkan petani mampu memproduksi hasil tani dalam jumlah besar dengan harga yang kompetitif dan berkualitas.

"Ketika berproduksi seharusnya targetnya volume dan harga paling kompetitif, ini target kita sehingga harga yang agak murah itu bisa dikompensasi dengan produktivitas tinggi," jelasnya.

Ia mencontohkan jika biasa dalam satu hektare lahan dapat memproduksi 6 atau 7 ton beras dengan adanya inovasi di bidang pertanian akan menghasilkan volume produksi yang lebih banyak.

"Jika mau kompetitif dengan volume besar dan harga murah akan bisa untuk ekspor," ujarnya.

Ia mengatakan walaupun kenaikan harga beras tidak tinggi tapi volume besar maka akan tetap mendatangkan kemakmuran baru bagi petani.

"Hal ini yang menjadi bahan pemikiran kami dan teknologi dari mana saja datangnya harus kita ambil sepanjang bisa diaplikasi ditempat kita," katanya.

Sementara itu Kapala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan produk yang dibawa oleh produsen Malaysia tersebut akan di uji coba dahulu di lahan Pemkot Payakumbuh.

"Jika ada peningkatan hasil kita akan tawarkan sampaikan ke masyarakat," ujarnya.

Produk tersebut bebas dari pestisida untuk meningkatkan produksi dan membasmi hama.

"Yang jelas inovasi produk itu intinya bebas dari pestisida bukan pupuk kimia tapi pupuk organik yang ramah lingkungan," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar