Solok Selatan menunggu surat keluar dari status daerah tertinggal

id Daerah Tertinggal,Muzni Zakaria,Solok Selatan

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria . (Antara Sumbar/Erik IA)

Padang Aro  (ANTARA) - Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, hanya menunggu surat resmi dari pemerintah pusat untuk lepas dari status daerah tertinggal.

"Semoga dalam waktu dekat ini keputusan dari Menteri terkait bisa keluar sehingga Solok Selatan bebas dari status daerah tertinggal," kata Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, di Padang Aro, Senin.

Dia mengatakan, di Sumbar ada tiga daerah tertinggal yaitu Solok Selatan, Pasaman Barat dan Mentawai.

Dari dua Kabupaten itu peringkat Solok Selatan lebih baik dan sehingga tahun ini dipastikan kabupaten itu lepas dari status daerah tertinggal.

Menurut dia, hal ini bisa tercapai berkat kerja keras dan upaya berbagai pihak, termasuk dukungan masyarakat, sehingga berbagai indikator penilaian bisa dicapai.

Solok Selatan berhasil keluar dari status ketertinggalan, termasuk juga dari segi penilaian laporan keuangan yang terus membaik.

"Opini keuangan Solok Selatan sudah keluar bebas dari disclaimer dan telah memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga tahun beruntun dan sekarang kita menunggu lepas dari status daerah tertinggal," jelasnya.

Saat rapat koordinasi dan workshop Tematik II Rancangan RAN-PPDT Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021 pada Kamis (4/7) di Bappeda Provinsi Sumbar, Direktur Perencanaan Identifikasi Daerah Tertinggal, Rafdinal, memaparkan bahwa Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2019 telah keluar dari predikat daerah tertinggal.

Untuk resminya pemerintah pusat akan segera menerbitkan Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Dia menambahkan, pembangunan berbagai proyek strategis daerah terus berlanjut yang diharapkan berdampak positif pada perekonomian masyarakat.

"Pembangunan proyek strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terus dilakukan walaupun nantinya pimpinan diganti," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar