Pemkot Solok arahkan siswa bentuk remaja masjid agar dapat membimbing adik kelasnya

id remaja masjid,solok,padang,sumbar

Ilustrasi - Kegiatan remaja masjid. (Antara/Sukardi)  

Solok, (ANTARA) - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat mengarahkan siswa yang berkegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) untuk membentuk remaja masjid, sehingga bisa mengelola kegiatan dan membimbing adik kelasnya pada masa mendatang.

"Sebelumnya kami telah mengevaluasi kegiatan mabit yang beberapa kegiatannya kurang efektif atau narasumber terlalu monoton karena sistemnya ceramah," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota SolokInna Wahyuningsih di Solok, Sabtu (6/7).

Ia menjelaskan beberapa hal yang telah dievaluasi seperti narasumber terlalu monoton akan diganti dengan tokoh-tokoh sukses, video kreatif dan media pembelajaran lainnya yang lebih atraktif sehingga siswa tidak bosan.

Sejauh iniMabit masih berjalan walau masih terkendala beberapa hal. Tapi Dinas akan berusaha menggiatkan Mabit kembali dengan kegiatan yang membuat siswa tertarik dan semangat.

Pihaknya akan mengundang pemateri yang berbeda-beda sesuai bidang ilmunya sehingga selain mendidik akhlak siswa juga memotivasi mereka untuk lebih rajin dan giat dalam berprestasi.

Menurutnya, setelah siswa terlatih dan semakin aktif dalam kegiatan Mabit, mereka nanti juga bisa membina adik kelasnya untukmenyelenggarakan Mabit.

"Jadi, nanti akan terbentuk remaja masjid tetap yang akan turun menurun bisa membina adik kelasnya secara bergantian," ujarnya.

Inna menyebutkan Kota Solok memiliki sebanyak 54 masjid untuk kegiatan Mabit siswa. Siswa dapat mengikuti Mabit dari masjid terdekat dari rumahnya.

"Kami juga akan meminta bantuan pada tokoh muda kreatif seperti Diki Asnur untuk menyusun kegiatan menjadi lebih hidup, kreatif dan menarik minat siswa untuk semangat mengikuti," sebutnya.

Selain itu, pihaknya berupaya agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat membantu mengamankan dan memantau pelaksanaan kegiatan Mabit sehingga tidak ada siswa yang bolos atau sengaja tidak mengikuti Mabit. (*)

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar