Miris, pemerintah diminta segera turun tangan tanggulangi abrasi pantai Sungai Limau

id Abrasi Pantai,Sungai Limau,John Kenedy Azis

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar John Kenedy Azis (tiga kanan) mengunjungi lokasi abrasi Pasie Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)

Parit Malintang (ANTARA) - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar John Kenedy Azis mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera menangani abrasi pantai di Pasie Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau karena sudah memprihatinkan.

"Sudah sekitar 35 meter pantai digerus air laut sehingga hal ini harus segera ditangani secepatnya," katanya di Parit Malintang, Senin.

Ia mengatakan apabila hal ini dibiarkan maka sejumlah tempat usaha, rumah, dan sekolah di daerah itu akan rusak karena saat ini jaraknya dengan bibir pantai yang dekat.

Ia memahami besarnya anggaran yang harus dikucurkan serta lama dan banyaknya proses yang harus dilewati dalam menganggarkan dana untuk suatu kegiatan.

"Namun abrasi ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah agar penganggarannya diutamakan," katanya.

Menurutnya penanganan terhadap bencana dan perbaikan infrastruktur yang rusak harus diutamakan dari pada membangun prasarana baru karena hal tersebut hal yang mendesak.

Pihaknya mencatat ada sejumlah lokasi di Padang Pariaman yang harus segara ditangani oleh pemerintah pusat dan daerah yaitu mulai dari normalisasi sejumlah sungai, penanganan abrasi pantai, dan renovasi jembatan.

"Hal ini sudah saya sampaikan saat rapat Badan Anggaran DPR RI," katanya.

Sebelumnya miris nian nasib warga Nagari Pasir Baru, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, karena abrasi pantai yang menghantam permukiman mereka sudah mencapai dapur rumah.

"Abrasi sudah lama, namun pada Lebaran kemarin abrasi bertambah parah," kata salah seorang warga Pasir Baru Darmansyah di Sungai Limau, Kamis.

Ia mengatakan pada Lebaran lalu, abrasi pantai sudah mencapai dapur rumah warga padahal pihaknya telah memasang polongan dan karung yang terbuat dari geotekstil untuk menahan sementara.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar