Pemkot Solok akan evaluasi program kerja OPD

id Solok

Wali Kota Solok Zul Elfian (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat akan mengevaluasi perencanaan program kerja dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara menyeluruh sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2018 yang mencapai Rp57,6 miliar bisa ditekan seminimal mungkin.

“Kami akan evaluasi seluruh program dan kegiatan Pemko Solok, sehingga Silpa ke depannya dapat diminimalkan,” kata Wali Kota Solok Zul Elfian.

Ia akan berusaha agar setiap OPD dapat melaksanakan program kerjanya sesuai target yang ditentukan.

"Kami akan dorong OPD untuk mengangkat dan melaksanakan kegiatan sesuai program kerja sehingga anggaran terserap maksimal," katanya.

Zul Elfian menyebutkan untuk orientasi belanja daerah sesuai perundang-undangan, minimal pada bidang pendidikan sebesar 20 persen dan bidang kesehatan sebesar 10 persen.

“Keduanya sudah terpenuhi di APBD anggaran 2018 yaitu bidang pendidikan sebesar 20,9 persen dan bidang kesehatan sebesar 14,3 persen,” katanya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar Indonesia Raya (GIR) DPRD Kota Solok menyoroti besarnya angka sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun anggaran 2018 yang mencapai Rp57,8 miliar.

“Silpa masih terlalu besar, dilihat dari aspek perencanaan kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan," kata Juru Bicara Fraksi Golkar Indonesia Raya, Dalius.

Dalius menyebutkan target yang semula sudah ditetapkan tidak terealisasi. Padahal perencanaan program kegiatan sudah melalui kajian yang menyeluruh.

“Seharusnya tak ada lagi alasan kegiatan tidak bisa dilaksanakan hanya karena persoalan teknis,” sebutnya.

Dalius juga menyebut orientasi belanja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan harus menjadi prioritas, bukan kebutuhan belanja birokrasi.

“Hal ini harus menjadi perhatian Wali Kota,” ujarnya.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar