PT Anam Koto telah bayarkan THR karyawan

id PT Anam Koto,Tunjangan Hari Raya,Telat bayar THR

PT Anam Koto telah bayarkan THR karyawan

Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Anam Koto Pasaman Barat telah bayarkan THR karyawan saat Idul Fitri 1440 hijriah. (ANTARA SUMBAR/Altas Maulana)

Simpang Empat (ANTARA) - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Anam Koto, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), sudah membayarkan Tunjangan Hari Raya Idul fitri 1440 hijriah 2019.

"Seluruh karyawan PT Anam Koto yang berhak sudah menerima THR. Tidak ada persoalan lagi," kata Manager PT Anam Koto, Eri Susanto didampingi KTU Sutoyo di Simpang Empat, Sabtu.

Ia mengatakan seluruh karyawan yang berhak menerima THR menurut peraturan yang berlaku sudah dijalankan.

"Pekerja yang bekerja di atas satu tahun atau lebih menerima satu bulan Upah Minimum Provinsi Sumber 2019 sebesar Rp2.289.228 dan pekerja yang bekerja kurang satu tahun dihitung secara proporsional berapa bulan dia bekerja," jelasnya.

Berdasarkan aturan itu maka sekitar 500 orang lebih karyawan perusahaan sudah menerima THR.

"Persoalan ini sudah diperiksa oleh pengawas ketanagakerjaan dan tidak ada masalah," sebutnya.

Sementara itu Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Sumbar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah Pasaman Barat, Handra Pramana saat dikonfirmasi membenarkan perusahaan sudah membayarkan THR semua karyawan yang berhak menerima.

"Kita sudah periksa dan langsung datang keperusahaan. Semua karyawan sudah menerima THR," tegasnya.

Menurutnya persoalan THR karyawan tidak bisa dianggap hal yang sepele, sebab merupakan hak dari karyawan itu sendiri.

Ia menyebutkan sesuai Peraturan Mentri Ketenagakerjaan RI Nomor 20 Tahun 2016 tentang cara pemberian sanksi administratif Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan pasal 8, THR wajib diberikan pengusaha kepada pekerja atau buruh.

"THR itu wajib menurut aturan yang ada. Jika tidak maka ada sanksi yang diberikan berupa peringatan tertulis dan sanksi administratif berupa pembatasan kegiatan usaha sampai pembeluan kegiatan usaha," katanya.

Selain itu dalam surat edaran Menteri Tenaga Kerja No 2 tahun 2019 tentang pelaksanaan THR Keagamaan tahun 2019 dan Permenaker No 6 tahun 2016 sudah jelas, THR wajib diberikan.

"Besaran THR pekerja yang bekerja lebih satu tahun gaji satu bulan upah dan kerja kurang dari satu tahun lebih satu bulan di bayar proporsional," tegasnya.

Diberitan sebelumnya pihak perusahaan diduga tidak membayarkan THR karyawan pada Idul Fitri 1440 hijriah yang lalu. Setelah diperiksa pengawas ketanagakerjaan, ternyata seluruh karyawan yang berhak sudah menerima THR. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar