Diterjang ombak, anggota BPBD Pariaman jatuh dan pingsan saat patroli jet ski di Pulau Angso Duo

id Pulau Angso Duo,pariaman,padang,sumbar,objek wisata

Diterjang ombak, anggota BPBD Pariaman jatuh dan pingsan saat patroli jet ski di Pulau Angso Duo

Sejumlah wisatawan sedang mandi di Pantai Pulau Angso Duo Kota Pariaman, Sumbar Sabtu (8/6). (Antara Sumbar/Aadiaat M. S) 

Pariaman, (ANTARA) - Seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Sumatera Barat Ronal Natalindo (34) mengalami kecelakaan saat berpatroli menggunakan jet ski menyisir pantai di kawasan Pulau Angso Duo sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (14/6).

"Patroli tersebut kami lakukan untuk memastikan pada waktu tersebut wisatawan tidak ada lagi di Pulau Angso Duo," kata Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin di Pariaman, Sabtu.

Namun saat petugas ingin melaksanakan kegiatan seperti biasa, lanjutnya gelombang laut di kawasan Pantai Pulau Angso Duo cukup tinggi, akibatnya korban jatuh dan pingsan sehingga sempat tenggelam.

"Padahal beberapa gelombang sebelumnya saat itu dia bisa melewatinya," katanya.

Beruntung anggota BPBDlain yang juga berpatroli di Pulau Angso Duo melihat korban dan menyelamatkannya serta membawanya ke RSUD Pariaman.

Ia menyampaikan di bagian dagu korban terdapat luka yang diduga karena berbenturan dengan jet ski sehingga hal tersebut yang membuat korban pingsan.

Saat mendengar kabar anggota BPBD mengalami kecelakaan saat bertugas, Mardison pun mendatangi rumah sakit dan menginstruksikan agar korban segera dirujuk ke RSUP M. Jamil guna memberikan penanganan medis maksimal.

Sebelumnya Pemerintah Kota Pariaman menetapkan batas kunjungan wisatawan ke pulau hingga pukul 17.00 WIB guna menjaga keselamatan wisatawan ke daerah itu.

"Jadi pukul 17.00 WIB pulau yang dijadikan objek wisata sudah kosong dari wisatawan," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman.

Ia mengatakan dengan ditetapkannya batas akhir kunjungan tersebut maka keberangkatan kapal wisata ke pulau yaitu hingga pukul 15.30 WIB. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar