Saham-saham di Wall Street berakhir turun karena sikap investor ini

id Wall Street,indeks Nasdaq,pertemuan the fed,perang dagang,bursa saham

Illustrasi: Para pialang tengah bekerja di lantai Bursa Efek New York, Amerika Serikat. (REUTERS/Brendan McDermid)

New York, (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve (Fed) minggu depan, sementara peringatan dari Broadcom tentang melemahnya permintaan global membebani para pembuat chip dan menambah kekhawatiran perdagangan Amerika Serikat dan China.

Saham Broadcom Inc jatuh 5,6 persen setelah memangkas proyeksi pendapatan setahun penuh sebesar dua miliar dolar AS, menyalahkan konflik perdagangan AS dan China dan pembatasan ekspor pada Huawei Technologies Co Ltd.

Perusahaan-perusahaan chip lainnya, yang merupakan sumber produk dan menjual banyak di China, turun tajam. Indeks Philadelphia Semiconductor jatuh 2,6 persen.

Investor bersiap untuk pertemuan The Fed minggu depan mengingat ekspektasi pasar baru-baru ini bahwa bank sentral AS itu dapat memangkas suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini.

Beberapa ahli strategi mengatakan saham-saham diprioritaskan untuk aksi jual jika The Fed gagal mengambil kemiringan yang lebih dovish.

Indeks S&P 500 sejauh ini telah naik 4,9 persen pada Juni dan mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut pada Jumat (14/6/2016), sebagian besar karena harapan penurunan suku bunga.

"Kami akan berada dalam ketegangan sampai kami mendapatkan beberapa indikasi dari The Fed," kata Direktur perdagangan di Performance Trust Capital Partners,Brian Battle, di Chicago.

"Itu yang penting. Semua orang bertaruh bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya, mungkin tidak pada Juni tetapi segera. Itu adalah perdagangan yang sangat ramai. "

Perang dagang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China juga memberi investor alasan untuk bermain aman menjelang akhir pekan.

“Ini semacam mode menunggu dan melihat. Orang-orang tetap sangat dekat dengan tolok ukur mereka,” kata Direktur Per Stirling Capital Management,Robert Phipps, di Austin, Texas.

KTT Kelompok 20 di akhir bulan dapat menghasilkan kemajuan dalam suatu kesepakatan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 17,16 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 26.089,61 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 4,66 poin atau 0,16 persen, menjadi ditutup di 2.886,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 40,47 poin atau 0,52 persen lebih rendah, menjadi 7.796,66 poin.

Ketiga indeks utama membukukan keuntungan untuk minggu ini: Dow naik 0,4 persen S&P 500 naik 0,5 persen dan Nasdaq bertambah 0,7 persen.

Selama sesi, saham Apple Inc tergelincir 0,7 persen, dengan Broadcom pemasok utama untuk pembuat iPhone.

Menambah kekhawatiran permintaan global, data China menunjukkan perlambatan pertumbuhan industri terburuk dalam 17 tahun. Pertumbuhan output industri China pada Mei melambat di bawah ekspektasi dan menunjukkan tanda-tanda melemahnya permintaan.

Dalam titik terang, data menunjukkan penjualan ritel AS meningkat pada Mei dan penjualan untuk bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi, menunjukkan kenaikan dalam belanja konsumen yang dapat meredakan kekhawatiran ekonomi melambat tajam pada kuartal kedua.

Pengecer produk hewan peliharaan dalam jaringan Chewy Inc berakhir naik 59 persen dalam debut pasarnya, bergabung dengan sejumlah nama terkenal, seperti Lyft Inc dan Uber Technologies Inc, yang terdaftar di bursa saham AS tahun ini.

Jumlah saham menurun melebihi yang naik di New York Stock Exchange (NYSE) dengan rasio 1,53 banding satu, dan di Nasdaq dengan rasio 1,79 banding satu.

S&P 500 membukukan 37 tertinggi baru dalam 52 minggu dan 3 terendah barudan Komposit Nasdaq mencatat 47 tertinggi baru dan 82 terendah baru.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 5,85 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,83 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar